Esok Yulius Selvanus Sebar Rica Rp57.000, Warga Siap-siap Serbu 4 Pasar Ini

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 14 September 2026 | 21:52 WIB
Gubernur YSK Menekan Harga Cabai di Sulut (Dede/sulutzone.com)
Gubernur YSK Menekan Harga Cabai di Sulut (Dede/sulutzone.com)

Sulutzone.com, MANADO – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, bergerak menekan tingginya harga Cabai atau Rica di seputaran Nyiur Melambai. 

Langkah nyatanya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) resmi mendatangkan 2,4 ton cabai rawit merah (rica) segar asal Probolinggo untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di empat pasar utama.

Langkah konkret ini menjadi bukti komitmen Gubernur yang akrab disapa YSK dalam menjaga pasokan kebutuhan pokok warga Sulut—terutama rica yang menjadi identitas dan nyawa kuliner daerah.

Warga yang sempat khawatir harga cabai melonjak akibat musim kemarau berkepanjangan, kini bisa bernapas lega.

Terbang dari Probolinggo, Ditetapkan Maksimal Rp57.000/Kg

Cabai rawit unggulan varietas Patalan ini diterbangkan khusus melalui jalur udara dengan rute penerbangan: Probolinggo → Bandara Juanda (Surabaya) → Bandara Makassar → Bandara Manado.

Seluruh biaya distribusi penerbangan difasilitasi melalui mekanisme reimburse Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) Bank Indonesia. Stok rica kebanggaan warga Sulut ini ditargetkan mendarat di Manado pada Senin malam (14/9/2026) dan langsung siap didistribusikan pada Selasa (15/9/2026) saat pembukaan operasional pasar.

Yang paling bikin hati tenang, harga penjualan kepada konsumen ditetapkan maksimal Rp57.000 per kilogram sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP). Patokan harga ini sudah memperhitungkan margin distributor dan pengecer secara rasional, sehingga warga tidak perlu cemas akan adanya lonjakan harga sepihak.

Siapkan Catatan! Ini 4 Pasar Sasaran Distribusi

Bagi warga Manado, Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan yang ingin berbelanja rica murah kualitas segar, segera siapkan catatan. Penyaluran tahap awal disasar kepada Pedagang Utama Pasar SP2KP di titik-titik berikut:

  1. Pasar Bersehati (Kota Manado)
  2. Pasar Pinasungkulan / Karombasan (Kota Manado)
  3. Pasar Airmadidi (Kabupaten Minahasa Utara)
  4. Pasar Amurang (Kabupaten Minahasa Selatan)

Skenario & Jadwal Distribusi Ketat di Lapangan

Untuk memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran, Pemprov Sulut bersama TPID dan Satgas Pangan telah menyusun skenario waktu penanganan barang:

  • Senin Malam (14 September 2026):
    • Cabai 2,4 ton tiba di Manado. TPID mengoordinasikan penerimaan barang dipusatkan di Pasar Bersehati.
  • Selasa, 15 September 2026 (±03.30 WITA):
    • Pengiriman armada cabai menuju Minahasa Selatan dikawal langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) dan Satgas Pangan menuju titik bagi.
  • Selasa, 15 September 2026 (±04.30 WITA):
    • Pengiriman armada cabai ke Minahasa Utara dikawal Dishanpan dan Satgas Pangan menuju titik bagi.
  • Selasa, 15 September 2026 (±06.30 WITA):
    • Cabai mulai disalurkan secara serentak kepada para pedagang pasar terdaftar di Manado, Minut, dan Minsel untuk langsung dijual ke masyarakat.

Pengawasan Ketat Satgas Pangan

Proses penjualan dan kepatuhan harga maksimal Rp57.000/kg akan dipantau ketat di lapangan oleh Satgas Pangan, TPID, serta Dinas Ketahanan Pangan Daerah Prov. Sulut. Langkah pengawasan ini dilakukan guna mencegah aksi penimbunan maupun permainan harga sepihak oleh oknum pengecer. Warga diimbau berbelanja secara bijak dan secukupnya.

***/Dede

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tria Anggreina Kawulusan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X