Sulutzone.com — Bencana kekeringan akibat dampak musim kemarau kian meluas dan memperhatinkan di wilayah Kota Cirebon, Jawa Barat. Ribuan warga di Kecamatan Harjamukti dilaporkan mengalami krisis air bersih hingga terpaksa berebut saat mobil tangki bantuan tiba di pemukiman mereka.
Fenomena ini menarik perhatian publik di media sosial usai akun resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon memperlihatkan kondisi terkini di Kelurahan Argasunya, salah satu dari 22 kelurahan di Kota Udang yang paling rentan diterjang kekeringan.
Merespons kondisi ekstrem ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang berlaku sejak 1 Juli hingga 30 September 2026 melalui Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 179 Tahun 2026.
Warga Serbu Mobil Tangki, Terpaksa "Mengungsi" demi Air
Pemandangan antrean panjang hingga aksi penyerbuan kendaraan pengangkut air bersih terjadi di Kampung Kedung Krisik, Kelurahan Argasunya. Warga yang mengandalkan sumur galian kini tak lagi mendapatkan pasokan air sejak satu bulan terakhir.
Salah seorang warga Harjamukti, Zaharoh, mengungkapkan bahwa krisis air membuat aktivitas harian rumah tangga menjadi sangat melumpuhkan.
"Buat masak, buat nyuci, buat mandi gitu, sejak kemarau aja enggak ada air. Banyak warga yang terpaksa mengungsi sementara ke rumah saudara di kampung lain hanya untuk mandi dan cuci pakaian," kata Zaharoh saat ditemui di lokasi bantuan, Selasa (8/9/2026).
Menanggapi kebutuhan mendesak masyarakat, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota menerjunkan armada tangki berisi air bersih langsung ke pemukiman warga terdampak.
"Ya, kita menurunkan sekitar 10 ribu liter air bersih dengan dua toren penampungan. Pasokan bantuan ini akan kita salurkan secara intensif setiap minggunya," ujar Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
BPBD Salurkan 208 Ribu Liter Air Bersih secara Bergiliran
Penyaluran air bersih oleh Pemkot Cirebon dan berbagai instansi pendukung sebenarnya telah bergulir secara bertahap sejak Juni 2026. Hingga awal September 2026, akumulasi pasokan air bersih yang dialirkan telah mencapai ratusan ribu liter.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cirebon, Arief Adithya Firmansyah, menjelaskan pihaknya terus memetakan secara dinamis titik-titik krisis air agar bantuan terdistribusi merata.
"Kami telah menyalurkan sebanyak 208 ribu liter air kepada warga terdampak di Kelurahan Argasunya. Kami mengatur keterlibatan sejumlah instansi agar kebutuhan masyarakat bisa dilayani secara bergantian dan terkoordinasi," jelas Arief dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Data Penanganan Kekeringan Kota Cirebon 2026
| Parameter Informasi | Detail Data & Keterangan |
| Dasar Hukum Status | Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 179 Tahun 2026 |
| Masa Siaga Darurat | 1 Juli – 30 September 2026 |
| Kawasan Terparah | Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti |
| Jumlah Populasi Terdampak | 1.203 KK / 3.929 Jiwa (di 6 RW) |
| Total Air Bersih Disalurkan | $\ge$ 208.000 Liter (BPBD Cirebon) |
| Bantuan Rutin Mingguan | 10.000 Liter (Polres Cirebon Kota) |
BPBD menegaskan bahwa pemantauan lapangan akan terus dilakukan mengingat jumlah warga terdampak masih berpotensi berubah sesuai dengan kondisi dinamika cuaca dan durasi kemarau dalam beberapa pekan ke depan.
Artikel Terkait
Warga Malaysia Demonstrasi di KBRI Kuala Lumpur Tuntut Udara Bersih dari Asap Karhutla Indonesia, Netizen RI Malah Beri Dukungan
Babinsa Koramil 04/Rainis Laksanakan Giat Komsos Di Sekolah SMK Neg-7 Dapihe
Wairjenad Tinjau Progres Karya Bakti Skala Besar di Wilayah Perbatasan Miangas
Sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, Praka Muhammad Multi Apriliyanto anggota Koramil 1312-03/Beo
Tudingan Calo Picu Kericuhan di MPP Minut, Kadis Dukcapil dan ASN Saling Sanggah
Bupati Ronald Kandoli Turun Langsung Selamatkan Sawah dari Ancaman Kekeringan
RDP DPRD Karo Memanas! Orang Tua Korban Dugaan Keracunan MBG di Berastagi Tuntut Tanggung Jawab SPPG
Viral SMAN 1 Pamanukan Subang! Siswa Demo Kuis Oknum Wakasek Terduga Pelakunya Pelecehan Siswi
Misteri 5 Tahun Terkuak! Kakak Beradik Korban Pembunuhan Berencana di Banyuasin Ditemukan Tinggal Kerangka
Saham NexAI (MGLV) Meroket 513% Sepanjang 2026! Cetak Rekor Rp14.850 Usai Bidik Bisnis Data Center AI