Sigap Atasi Api: Polres Talaud dan BNPB Berhasil Padamkan Karhutla 10 Hektar di Desa Sawang, Kerugian Capai Rp70 Juta

photo author
Nelson Sangadi, Sulut Zone
- Senin, 7 September 2026 | 16:59 WIB
Istimewa (Humas Polres Kepulauan Talaud)
Istimewa (Humas Polres Kepulauan Talaud)

Talaud, Sulutzone.com – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Talaud bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Kabupaten Talaud dan warga setempat menunjukkan respon cepat (quick response) dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda area perkebunan Watu, Desa Sawang, Kecamatan Melonguane, pada Sabtu (5/9/2026). Berkat sinergi solid tim gabungan, kobaran api berhasil dipadamkan total setelah berjuang selama kurang lebih empat jam.

Insiden bermula sekitar pukul 12.50 WITA, ketika anggota piket Polsek Melonguane menerima laporan darurat melalui Call Center 110 mengenai kepulan asap tebal dan kobaran api di koordinat 4.0600290, 126.6824460. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Melonguane dan Polres Kepulauan Talaud segera bergerak ke lokasi kejadian perkara (TKP) didampingi petugas BNPB dan relawan warga.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Yuldin Larawo (64), api pertama kali terlihat membesar dari arah timur pada pukul 12.45 WITA. Diduga kuat, titik api awal muncul akibat kelalaian oknum yang membuang puntung rokok atau membuat api kecil tanpa pengawasan. Kombinasi hembusan angin kencang dan kondisi vegetasi yang sangat kering akibat kemarau panjang menyebabkan api merambat dengan cepat dan sulit dikendalikan.

Istimewa
Istimewa (Humas Polres Kepulauan Talaud)
"Kondisi cuaca saat ini sangat ekstrem. Rumput dan semak belukar seperti bahan bakar siap terbakar. Satu percikan api saja bisa menjadi bencana jika tidak segera ditangani," ujar Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Dwi Yatmoko, S.T.P., S.I.K., M.I.K., melalui Kabag Ops AKP Yakobus Melale, S.H., S.A.B.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dampak materiil cukup signifikan. Api hangus melahap lahan perkebunan seluas kurang lebih 10 hektar milik delapan warga setempat, yakni Wilni Andawari, Roknon Andawari, Masinggo Kademos, Opo Mamage, Melki Saweduling, Agustinus Darinding, Tiala Tumambo, dan Guntur Mamage. Komoditas pertanian seperti kelapa, cengkih, pala, dan gehe (pala muda) rusak terbakar, dengan estimasi kerugian material mencapai Rp70.000.000,-.

Tim gabungan bekerja keras memutus jalur rambat api menggunakan peralatan seadanya hingga akhirnya api dinyatakan padam total pada pukul 17.28 WITA. Langkah cepat ini mencegah api menyebar ke area pemukiman warga atau hutan lindung di sekitarnya.

Menyikapi peristiwa ini, Polres Kepulauan Talaud memberikan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.

"Kami mengimbau keras agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan atau kebun secara sembarangan. Kewaspadaan tinggi sangat dibutuhkan. Mari jaga lingkungan kita bersama-sama. Jika melihat tanda-tanda awal kebakaran, segera laporkan ke pihak berwajib atau BNPB," tegas Kabag Ops.

Istimewa
Istimewa (Humas Polres Kepulauan Talaud)
Polres Kepulauan Talaud akan terus meningkatkan patroli dan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk mengantisipasi potensi Karhutla lainnya di masa mendatang, demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan di Bumi Porodisa.

Masyarakat dihimbau untuk membersihkan lahan dengan cara mekanis (dicangkul/dipotong) daripada dibakar, terutama di musim kemarau. Selalu siapkan air atau alat pemadam sederhana jika terpaksa melakukan aktivitas yang melibatkan api, dan jangan pernah meninggalkan api dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nelson Sangadi

Sumber: Biro Talaud Sulut Zone

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X