Saham NexAI (MGLV) Meroket 513% Sepanjang 2026! Cetak Rekor Rp14.850 Usai Bidik Bisnis Data Center AI

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Selasa, 8 September 2026 | 22:06 WIB
Ilustrasi ruang pusat data. PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) berencana memperkuat bisnis data center melalui rights issue yang berpotensi menghimpun dana sekitar Rp2,4 triliun. (Pete Linforth dari Pixabay)
Ilustrasi ruang pusat data. PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) berencana memperkuat bisnis data center melalui rights issue yang berpotensi menghimpun dana sekitar Rp2,4 triliun. (Pete Linforth dari Pixabay)

Sulutzone.com — Laju saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) terus melesat tanpa henti pada perdagangan Selasa, 8 September 2026. Hingga penutupan sesi pertama, saham emiten teknologi ini kembali menguat 10 persen ke level Rp14.850 per saham, sekaligus mencatatkan rekor tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir.

Sehari sebelumnya, saham emiten yang dahulu bernama PT Panca Wisesa Anugerah Tbk tersebut ditutup menguat 9,98 persen di posisi Rp13.500. Dalam kurun waktu dua hari perdagangan saja, saham MGLV telah mengantongi kenaikan akumulatif hingga 21 persen.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 12.03 WIB, harga MGLV melesat dari harga pembukaan Rp14.825 hingga sempat menyentuh level tertinggi Rp14.850. Kapitalisasi pasar (market cap) perseroan kini melejit hingga menembus kisaran Rp28,29 triliun.

Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan (year-to-date), kenaikan saham MGLV telah mencapai sekitar 513 persen. Hal ini menandakan harga saham MGLV telah meningkat lebih dari enam kali lipat dibandingkan harganya pada awal 2026.

Transformasi Utama ke Infrastruktur Pusat Data AI

Lonjakan drastis valuasi MGLV sejalan dengan keputusan strategis perseroan yang mengubah arah fokus bisnisnya menuju pengembangan infrastruktur digital dan pusat data berkapasitas tinggi.

Melalui entitas anak usahanya, NexAI Digital Center, perseroan bersiap membangun fasilitas high-density data center. Langkah ini dirancang guna memfasilitasi kebutuhan pengolahan data masif untuk layanan cloud computing serta teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"Perseroan memandang kondisi tersebut menciptakan peluang usaha yang prospektif untuk mengembangkan kegiatan usaha yang selaras dengan kebutuhan pasar. Hal ini diharapkan dapat mendukung diversifikasi usaha, menciptakan sumber pendapatan baru, serta memperkuat pertumbuhan usaha Perseroan secara berkelanjutan," sebut manajemen MGLV dalam keterbukaan informasi di BEI.

Peran Investor Strategis dan Tokoh Kakap

Langkah transformasi MGLV makin menyita perhatian investor menyusul masuknya nama-nama besar di dalam struktur kepemilikan dan manajemen perseroan. Emiten ini kini terhubung langsung dengan ekosistem bisnis konglomerat Garibaldi "Boy" Thohir.

Tercatat, PT Trinugraha Thohir menggenggam 2,25 persen saham MGLV, sedangkan PT Trinugraha Thohir Harmoni menguasai 4,86 persen—sehingga total kepemilikan entitas Grup Thohir mencapai 7,11 persen. Selain itu, porsi pengendali baru dipegang oleh PT Nextier Datamate Center, serta diperkuat oleh kehadiran pengusaha nasional Glenn Sugita dalam jajaran manajemen.

Performa Ringkas Perdagangan Saham MGLV

Indikator Kinerja Nilai / Capaian
Harga Perdagangan Sesi I (8 Sep 2026) Rp14.850 / saham (+10,00%)
Kenaikan 5 Hari Terakhir +29,13% (Rp11.500 $\rightarrow$ Rp14.850)
Kenaikan 1 Bulan Terakhir +77,31%
Kenaikan Year-to-Date (YTD 2026) +513% (Lebih dari 6x lipat)
Kapitalisasi Pasar (Market Cap) Rp28,29 Triliun
Laba per Saham (EPS) -Rp17 (Trailing)

Tantangan Realisasi Fundamental

Meski pergerakan harga sahamnya melesat kencang, para pelaku pasar dan analis mengingatkan pentingnya mencermati realisasi fundamental perseroan. Saat ini MGLV masih mencatatkan laba per saham (earnings per share/EPS) di posisi minus Rp17, sehingga rasio price-to-earnings (P/E) belum dapat dikalkulasi secara rasional.

Investor kini menantikan detail rincian teknis terkait ekspansi pusat data MGLV, seperti total kapasitas megawatt (MW), besaran belanja modal (capex), kepastian skema pendanaan, hingga komitmen dari calon pelanggan (anchor tenant).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X