Sulutzone.com— Sebuah video yang memperlihatkan kondisi fasilitas pendidikan di daerah terpencil Indonesia mendadak viral di media sosial. Video tersebut menyoroti bantuan alat digital berupa televisi (TV) layar sentuh atau smart board yang diterima oleh SD Negeri Mboeng, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Unggahan dari konten kreator Alwi Johan melalui akun Instagram miliknya (@alwijo) pada Minggu (6/9/2026) tersebut memicu perdebatan sengit mengenai skala prioritas dan ketepatan sasaran Bantuan Operasional Pendidikan.
Dalam rekamannya, Alwi memperlihatkan kontras yang tajam antara bantuan teknologi modern tersebut dengan kondisi fisik bangunan sekolah yang sangat tidak layak.
"TV layar sentuh di sekolah yang hampir roboh. Bangunan sekolah ini sangat menyedihkan. Dindingnya terbuat dari bambu, lantainya dari tanah, dan dindingnya sudah berlubang di segala sudut," ujar Alwi Johan dalam unggahannya.
Alwi juga mengungkapkan fakta bahwa sejak didirikan pada tahun 2008 atau 18 tahun silam, bangunan sekolah tersebut belum pernah tersentuh program renovasi dari pemerintah.
Kendala Utama: Desa Belum Teraliri Listrik
Masalah tidak berhenti pada fisik bangunan. TV layar sentuh canggih tersebut tidak dapat dimanfaatkan sama sekali karena belum ada pasokan listrik yang masuk ke kawasan desa setempat.
Pihak sekolah sebenarnya telah berupaya menyalakan perangkat elektronik tersebut menggunakan generator diesel (genset). Namun, daya listrik dari genset tidak cukup kuat untuk menopang kebutuhan daya perangkat digital tersebut.
"Listrik belum masuk desa ini. Listrik belum ada, tapi TV sebesar ini sudah ada. Guru udah mencoba menyalakan TV ini pakai generator diesel, tapi enggak mau nyala juga karena daya TV terlalu besar," jelas Alwi.
Sorotan Publik dan Tanggapan Warganet
Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah disukai lebih dari 265 ribu kali dan dihujani lebih dari 9.000 komentar. Berbagai tokoh dan publik figur turut menyampaikan rasa keprihatinannya.
Eksis di kolom komentar, Youtuber dan edukator Jerome Polin menyematkan tanggapan singkat, "Puncak komedi." Sementara itu, warganet lain turut mempertanyakan kebijakan pengadaan fasilitas yang dinilai mengabaikan kebutuhan dasar prasarana sekolah.
"Kalau listrik belum ada pun jadi enggak berguna ngirim TV, mending benerin sekolahnya dulu," tulis akun warganet @ayu***a.
Ringkasan Profil dan Kondisi SDN Mboeng NTT
| Parameter Sekolah | Catatan Realita Lapangan |
| Nama Sekolah | SD Negeri Mboeng |
| Lokasi | Kec. Elar, Kab. Manggarai Timur, Flores, NTT |
| Tahun Berdiri | 2008 (Belum pernah direnovasi selama 18 tahun) |
| Kondisi Bangunan | Dinding bambu berlubang, lantai tanah |
| Akses Kelistrikan | Belum ada jaringan listrik desa |
| Bantuan Diterima | TV Layar Sentuh / Smart Board (Tidak dapat menyala) |
Hingga saat ini, belum ada rilis resmi atau tanggapan dari Dinas Pendidikan setempat maupun dinas terkait mengenai tindak lanjut atas fasilitas bangunan sekolah di SDN Mboeng tersebut.
Artikel Terkait
Bea Cukai dan Polda Sulut Gagalkan Penyelundupan 16 Kg Emas oleh WNA Tiongkok
Bupati Ronald Kandoli Turun Gunung! Sidak Pasar Ratahan, Harga dan Stok Pangan Dipantau Ketat
Babinsa Koramil 04/Rainis bersama warga gotong royong pembuatan jalan desa
BBM Aman, Tarif Normal: Kapolsek Lirung George Nender Atasi Keluhan Warga
Sigap Atasi Api: Polres Talaud dan BNPB Berhasil Padamkan Karhutla 10 Hektar di Desa Sawang, Kerugian Capai Rp70 Juta
Hari Pelanggan Nasional 2026: Tegaskan Komitmen Layanan Sepenuh Hati, PLN UID Suluttenggo Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Pelanggan
Soroti Gugatan Hercules Cs vs BPN di PN Jakpus, Ratu Ivon Angkat Bicarakan Soal Keabsahan Eigendom Lahan Tanah Abang
Viral Video Semburan Asap Hitam dari Gorong-Gorong Pasar Baru, Polisi dan BPBD DKI Tegaskan Korsleting PLN
Terkuak! Polisi Tangkap Sejoli Terduga Pelaku Penguburan Bayi Perempuan di Bandungan Semarang
Jabatan Adalah Amanah: Bupati Welly Titah Lantik 190 Pejabat, Tekankan Integritas dan Netralitas ASN di Bumi Porodisa