Genap 1 Tahun Menkeu: Rekam Jejak Purbaya Yudhi Sadewa, Gaya 'Koboi' Hingga Polemik Danantara

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Selasa, 15 September 2026 | 21:18 WIB
Mengintip perjalanan Purbaya Yudhi Sadewa selama menjadi Menkeu yang kerap disorot hingga menuai kontroversi. Mari telusuri jejaknya. (Dok. Kemenkeu)
Mengintip perjalanan Purbaya Yudhi Sadewa selama menjadi Menkeu yang kerap disorot hingga menuai kontroversi. Mari telusuri jejaknya. (Dok. Kemenkeu)

Sulutzone.com — Tepat satu tahun menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia sejak September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati, Purbaya Yudhi Sadewa resmi diberhentikan dari jabatannya pada Senin (14/9/2026). Posisi Bendahara Negara kini resmi diamanahkan kepada wakilnya, Suahasil Nazara.

Berakhirnya masa jabatan Purbaya menyisakan deretan rekam jejak, kebijakan berani, hingga pernyataan ceplas-ceplos yang kerap memicu perdebatan hangat di ruang publik.

Gaya Komunikasi 'Koboi' yang Beda Kontras

Sejak awal menginjakkan kaki di Kementerian Keuangan, Purbaya tampil dengan gaya komunikasi yang terbilang berani dan blak-blakan. Pendekatan ini dinilai sangat bertolak belakang dengan pendahulunya, Sri Mulyani, yang mengedepankan narasi formal saat menyampaikan arah kebijakan fiskal negara.

Mengenai kritik publik terhadap gaya bicaranya, Purbaya pernah menegaskan bahwa setiap langkah yang diambilnya tetap terukur secara matematis.

"Jadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak. Kita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak," ujar Purbaya pada 29 September 2025 lalu.

Gebrakan Likuiditas Rp200 Triliun di Bank Himbara

Salah satu langkah paling fenomenal yang pernah diambil Purbaya selama menjabat adalah keputusan menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himbara (Himpunan Bank Negara).

Langkah tersebut bertujuan memperkuat likuiditas perbankan serta memacu penyaluran kredit ke sektor riil dan produktif demi membangun ekspektasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam forum Sarasehan 100 Ekonom Indonesia pada Oktober 2025, Purbaya menggarisbawahi syarat ketat terkait pengucuran dana jumbo tersebut.

"Sebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan enggak boleh beli dolar, karena kalau enggak rupiahnya akan diperlemahkan," tegas Purbaya saat itu.

Sorotan Polemik Setoran Rp120 Triliun Danantara

Menjelang akhir masa tugasnya, Purbaya kembali menjadi pusat perhatian publik setelah menyampaikan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.

Pernyataan yang disampaikan dalam forum Sarasehan 100 Ekonom Indonesia pada awal September 2026 tersebut memicu polemik internal, mengingat pimpinan Danantara sempat membantah adanya kesepakatan nilai setoran sebagaimana yang disebutkan.

Catatan Kebijakan & Sorotan Utama Purbaya Yudhi Sadewa

Isu / Kebijakan Detail Kebijakan & Implikasi Tanggal / Momen
Gaya Komunikasi Mengaku bergaya "koboi" namun tetap terukur dalam kalkulasi fiskal September 2025
Penempatan Dana Himbara Menyuntikkan Rp200 triliun untuk likuiditas perbankan & kredit produktif Oktober 2025
Aturan Dana Himbara Melarang penyaluran dana ke konglomerasi & pembelian mata uang dolar Oktober 2025
Polemik Danantara Klaim setoran Rp120 triliun yang sempat dibantah pimpinan Danantara September 2026

Kini, tongkat estafet kepemimpinan Kementerian Keuangan telah diserahkan kepada Suahasil Nazara untuk melanjutkan agenda fiskal dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X