Sulutzone.com — Kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali merebak di wilayah Sumatra Barat. Ratusan siswa dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Pariaman harus dilarikan ke rumah sakit usai menunjukkan gejala keracunan pada Senin (14/9/2026).
Berdasarkan data penanganan medis, sebanyak 142 siswa mendapatkan perawatan darurat. Rinciannya, 83 siswa dibawa ke RSUD Muhammad Yamin dan 59 siswa lainnya dirawat di RSUD Sadikin Pariaman.
Para siswa mulai merasakan pusing hebat, mual, muntah, hingga nyeri perut sekitar pukul 11.30 WIB, sekitar satu setengah jam setelah mengonsumsi menu MBG pada jam istirahat sekolah.
Menu Ayam Goreng Tepung Diduga Berbau Tak Sedap
Makanan bergizi tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Pauh. Adapun menu yang disajikan pada hari tersebut terdiri dari ayam fillet goreng tepung saus lada hitam, tahu goreng, tumis kacang panjang dan jagung, serta potongan buah melon.
Kepala Sekolah MTsN 1 Kota Pariaman, Tarmizi, menjelaskan bahwa kecurigaan berpusat pada olahan ayam yang dibagikan kepada para siswa.
"Laporan dari murid, aromanya sudah tidak baik. Saat itu siswa sudah mulai mengonsumsi makanan MBG," ujar Tarmizi saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin (14/9/2026).
Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pariaman langsung menerjunkan tim untuk mengamankan sampel makanan dari omprengan siswa maupun dari dapur produksi SPPG Pasir Pauh.
Plt Kepala Dinkes Kota Pariaman, Rudy Repenaldi, mengonfirmasi bahwa sampel makanan akan diuji secara komprehensif di laboratorium. Hasilnya bakal segera dilaporkan secara resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) selaku instansi penanggung jawab program MBG pusat.
Tanggapan SPPG Pasir Pauh dan Penghentian Operasional
Di sisi lain, Kepala SPPG Pasir Pauh, Mutiara Ihsani, memberikan klarifikasi terkait proses distribusi. Ia menyebut bahwa pihak sekolah tidak menjalankan prosedur uji organoleptik atau pengujian rasa dan aroma sebelum makanan dibagikan kepada peserta didik.
"PIC dari MTsN 1 Kota Pariaman tidak melakukan uji organoleptik. Mereka tidak mencoba omprengan untuk guru," ungkap Mutiara.
Mutiara menambahkan bahwa makanan dimasak sejak pukul 03.00 WIB dan didistribusikan pada pukul 09.20 WIB. Pihaknya baru menerima laporan gangguan kesehatan sekitar pukul 13.00 WIB, serta menegaskan belum ada laporan kasus serupa dari sekolah penerima manfaat lainnya di wilayah tersebut.
Data Ringkasan Kasus Keracunan MBG MTsN 1 Pariaman
| Parameter Kejadian | Detail Informasi |
| Lokasi Kejadian | MTsN 1 Kota Pariaman, Sumatra Barat |
| Penyedia Makanan | Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Pauh |
| Total Siswa Terdampak | 142 Siswa (83 di RSUD Muhammad Yamin, 59 di RSUD Sadikin) |
| Menu Makanan | Ayam fillet lada hitam, tahu goreng, tumis kacang panjang jagung, melon |
| Gejala Utama | Mual, muntah, pusing hebat, dan nyeri perut |
| Status Operasional SPPG | Dihentikan Sementara oleh Pemko Pariaman |
Sebagai langkah antisipasi dan demi kelancaran proses investigasi, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman resmi menghentikan sementara operasional SPPG Pasir Pauh hingga hasil uji laboratorium keluar.
Artikel Terkait
Wabup Fredy Tuda Ikuti Rakor Inflasi, Pemkab Mitra Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat
Babinsa Koramil Melonguane Serda Jenri Thomas MeLaksanakan Komsos Bersama Masyarakat
Serikat Islam Bolmong Raya Sambut Putusan Banding Sengketa, PTA Manado Nyatakan PA Kotamobagu Berwenang
Meriahkan Momentum Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadirkan Kejutan Istimewa di Rumah Pelanggan
Wujudkan Komitmen Layanan Terbaik, PLN UP3 Tahuna Pererat Sinergi Lintas Sektor di Hari Pelanggan Nasional 2026
Bersama Dalam Doa, YBM PLN UP3 Palu Bersama Pemdes Mayasari Gelar Ikhtiar Istisqo dan Berbagi untuk Dhuafa
PLN Edukasi Siswa MAN 1 Banggai, Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Ketenagalistrikan Sejak Dini
Purbaya Yudhi Sadewa Digantikan Suahasil Nazara, Yudo Achilles: Bapak Balik Jadi Trader Lagi
Genap 1 Tahun Menkeu: Rekam Jejak Purbaya Yudhi Sadewa, Gaya 'Koboi' Hingga Polemik Danantara
Evakuasi KM Virgo Transport 8 Terhalang Arus dan Risiko Tekanan, Basarnas Kaji Opsi Balikkan Kapal