Sulutzonecom -- Setelah hampir tiga tahun berperang, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan kesiapan negaranya untuk mengakhiri konflik dengan Rusia, asalkan Moskow juga berhenti menyerang. Dalam pernyataan resmi pada Rabu (5/3/2025), Zelensky menegaskan bahwa Ukraina siap untuk segera melakukan gencatan senjata jika Rusia memenuhi kesepakatan yang sama, termasuk penghentian serangan udara dan pembatasan serangan terhadap infrastruktur sipil.
Zelensky juga mengungkapkan bahwa Ukraina siap menandatangani perjanjian mineral yang telah tertunda, yang dianggap sebagai langkah menuju jaminan keamanan yang lebih kuat bagi negaranya. Ini menggarisbawahi tekad Ukraina untuk bekerja sama dengan negara-negara Barat, termasuk AS, untuk menciptakan kestabilan jangka panjang.
Sikap ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, memberikan tekanan pada Ukraina untuk fokus pada gencatan senjata. Trump sebelumnya telah banyak membantu Ukraina dengan dukungan persenjataan, termasuk Lembing, yang dianggap mengubah jalannya perang.
Pernyataan ini menunjukkan adanya harapan baru untuk mengakhiri perang, meskipun masa depan konflik ini masih penuh ketidakpastian. Ukraina berharap diplomasi internasional akan segera menghasilkan perdamaian yang lebih stabil.
Artikel Terkait
Momen KTT G20, Presiden Ukraina Ceritakan Soal Kemenangannya di Kherson
Ukraina Rencanakan Perayaan Natal Seperti Ini Meski Rusia Padamkan Lampu
Brazil siap bangun hubungan dengan Rusia Usai Terpilihnya Presiden Luiz Inacio Lula da Silva
Ini Kata Paus Soal Perang Rusia-Ukraina
Ukraina Terus Terdesak Zelenskyy Semakin Kewalahan.
Serangan Ukraina di Belgorod: Tragedi Gedung Apartemen Rusia
Polsek Malalayang Amankan Proses Meninggalnya Warga Rusia di RS ODSK dan Serah Terima Barang Bawaan
Trump Tingkatkan Tekanan pada Rusia: Ancam Pajak dan Sanksi Jika Perang Ukraina Berlanjut
4 Fakta Terkini Kasus Penutupan ‘Kampung Rusia’ di Bali, Awalnya Kafe hingga Berkembang Jadi Hotel Mewah
Dramatis! Penangkapan Terduga Pelaku Penculikan WN Ukraina di Bandara Ngurah Rai
Telisik Kasus Perampokan dan Penculikan yang Dilakukan ‘Geng Rusia’ di Bali: Cerminkan Pulau Dewata Sedang Tidak Baik-baik Saja
5 Fakta Terkini Geng Rusia Diduga Culik Turis WNA di Bali, Salah Satunya Sempat Paksa Korban Transfer Kripto Rp3,4 M!
Prabowo Dikunjungi Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia: Sahabat Lama, Saya Sangat Gembira