SulutZone.com - Dalam suasana konflik yang semakin memanas antara Ukraina dan Rusia, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, baru-baru ini memberikan pernyataan yang mengejutkan.
Dia mengungkapkan bahwa Ukraina berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dalam konflik tersebut, dengan kekuatan militer Rusia yang jauh lebih besar.
"Rusia menembakkan peluru artileri sepuluh kali lebih banyak dari kemampuan kita, dan pesawatnya juga tiga puluh kali lebih banyak," ungkap Zelenskyy, seperti yang dikutip dari Insider. Senin, (26/2/2024).
Baca artikel detiknews, "Zelensky Sebut Kemenangan Ukraina Lawan Rusia Bergantung pada Barat" selengkapnya https://news.detik.com/internasional/d-7212551/zelensky-sebut-kemenangan-ukraina-lawan-rusia-bergantung-pada-barat.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Baca Juga: Sosok Pendiri PSSI Menyatukan Indonesia Lewat Sepak Bola
"Anda harus lebih kuat dari musuh Anda. Dengan statistik ini, mereka akan mendorong kita mundur setiap hari." Lanjutnya.
Menurut Zelenskyy, kekuatan udara Rusia melebihi Ukraina dengan perbandingan 30:1. Situasi ini membuat Ukraina berada dalam posisi yang sangat sulit.
"Bagaimana Anda bisa berperang melawan Rusia seperti ini?" tanyanya.
Zelenskyy juga menegaskan bahwa tanpa bantuan lebih lanjut dari Amerika Serikat, Ukraina tidak akan memiliki peluang untuk menang.
AS adalah donor terbesar Ukraina, namun bantuan lebih lanjut sebesar miliaran dolar ke Ukraina terhenti di Kongres.
Baca Juga: Simak Organisasi Sepak Bola yang Lahir dari Semangat Anti Penjajah
Diketahui dalam kongres tersebut Partai Republik masih menolak memberikan lebih banyak dana.
"Kami tidak meminta rudal sejauh 2.000 atau 3.000 kilometer, tidak seperti itu. Dan tidak ada yang meminta 500 atau 300 pesawat, seperti Rusia," ujar Volodymyr, menjelaskan bahwa yang paling dibutuhkan Ukraina saat ini adalah amunisi.
Kekurangan amunisi dan persenjataan di Ukraina berdampak besar di medan perang. Meskipun banyak negara Eropa meningkatkan bantuan untuk Ukraina dan total bantuan mereka lebih tinggi dari AS, namun masih belum cukup untuk menutup defisit bantuan Amerika yang terhenti.
Seorang veteran Amerika, Jonathan Poquette, yang kini menjadi penembak jitu di Ukraina, mendesak lebih banyak dukungan AS.
Artikel Terkait
Begini Penghormatan Terakhir Rakyat Brazil Kepada sang Legenda Pele, salah satunya disemayamkan di Stadion
Penghormatan Terakhir untuk Pele Sang legenda Sepak Bola Brazil
Brazil siap bangun hubungan dengan Rusia Usai Terpilihnya Presiden Luiz Inacio Lula da Silva
Fantastis! Resmi Bergabung di Klub Asal Arab Saudi Al-Nassr. Segini Nilai Kontrak Cristiano Ronaldo
Canggih! Taksi Terbang Elektrik Mulai Diproduksi Tahun Depan
Viral Dokter Ini Miliki 60 Anak Dari 3 Istri
Pegunungan di Arab Saudi Mulai Menghijau, Pertanda Kiamat Sudah Dekat
Viral Trend Mode! Para Pria Terkenal di Dunia Mulai Pakai Rok: Lelaki Lelah dengan Standar
Menang Pilpres, Erdogan Resmi Presiden Turki 2023-2028
Baca! Sejarah Buruh Internasional: Perjalanan Menuju Solidaritas Global