Trump Tingkatkan Tekanan pada Rusia: Ancam Pajak dan Sanksi Jika Perang Ukraina Berlanjut

photo author
Marlon Mondong, Sulut Zone
- Kamis, 23 Januari 2025 | 20:30 WIB
Trump ancam Rusia
Trump ancam Rusia

Sulutzonecom -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengambil langkah tegas untuk menghentikan perang di Ukraina dengan meningkatkan tekanan terhadap Rusia. Dalam pernyataan terbarunya di platform Truth Social pada Rabu (22/1/2025), Trump mengancam akan memberlakukan pajak, tarif, dan sanksi tinggi pada barang-barang Rusia jika kesepakatan damai tidak segera tercapai.

"Ekonomi Rusia sedang mundur. Kita tidak bisa membiarkan perang ini terus berlangsung. Saya tidak punya pilihan lain selain memberlakukan pajak, tarif, dan sanksi tinggi pada semua barang Rusia," tegas Trump, seperti dikutip dari The Guardian.

Trump, yang sejak kampanye presiden menjanjikan untuk mengakhiri perang di Ukraina, menyatakan keyakinannya bahwa konflik ini bisa selesai dengan cepat jika dirinya terlibat langsung. "Saya bisa menyelesaikan ini dalam waktu 24 jam setelah berbicara dengan Putin," klaim Trump.

Untuk mendukung misinya, Trump telah menunjuk Keith Kellogg sebagai utusan khusus untuk menyelesaikan konflik Ukraina dalam 100 hari pertama pemerintahannya.

Presiden Rusia Vladimir Putin merespon pernyataan Trump dengan hati-hati. Dalam beberapa kesempatan, Putin memuji keterbukaan Trump untuk memulihkan hubungan diplomatik langsung dengan Rusia. Namun, retorika Trump kali ini terdengar lebih keras, menyebut bahwa keputusan Putin melanjutkan perang telah "menghancurkan Rusia".

"Rusia punya potensi besar, tetapi ini bukan cara untuk menjalankan negara," ucap Trump

Langkah Trump ini menandai salah satu upaya terkuatnya untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lama di Eropa Timur. Meskipun Rusia menyambut baik dialog, ancaman pajak dan sanksi baru dari Trump menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan ekonomi antara kedua negara.

Dengan tekanan diplomatik dan ekonomi yang lebih besar, Trump berharap dapat mendorong Rusia untuk menyetujui perdamaian. Namun, banyak pihak menilai bahwa pendekatan Trump ini tetap penuh risiko, terutama bagi stabilitas geopolitik global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marlon Mondong

Sumber: CNBC

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X