Pembentukan Palang Merah Internasional
Buku "Ingatan Solferino" Dunant menjadi semacam petunjuk bagi pembentukan organisasi kemanusiaan internasional.
Pada tanggal 9 Februari 1863, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) didirikan di Jenewa, Swiss, dengan tujuan untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada korban perang.
Komite ini terdiri dari sekelompok sukarelawan yang siap bertindak dalam situasi darurat dan konflik bersenjata.
Baca Juga: Apa Yang Dibahas Konferensi ICFP-JCLI ke-2?
Dalam Konvensi Jenewa pertama pada tahun 1864, prinsip-prinsip dasar Palang Merah yang kita kenal saat ini.
Konvensi ini adalah kesepakatan internasional yang memberikan perlindungan hukum kepada korban perang dan menetapkan perlindungan terhadap personel medis dan fasilitas kesehatan di medan perang.
Sejak itu, Palang Merah Internasional menjadi simbol kemanusiaan di dunia.
Baca Juga: Ketua Pemuda Katolik Sulut Tanggapi Pembubaran Rosaria di Tangsel.
Pertumbuhan dan Perkembangan
Setelah pendiriannya, Palang Merah Internasional terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia.
Organisasi ini tidak hanya memberikan bantuan medis kepada korban perang, tetapi juga terlibat dalam penanganan bencana alam, pandemi, dan situasi kemanusiaan lainnya di seluruh dunia.
Palang Merah juga berperan penting dalam mendukung penyebab kemanusiaan, seperti kampanye vaksinasi, kemiskinan, pengungsi, dan perlindungan terhadap kekerasan.
Baca Juga: Vatikan, Umat Kristen dan Budha Harus Bersama Membangun Perdamaian
Selama Perang Dunia I, Palang Merah Internasional berperan dalam merawat dan melindungi jutaan korban perang.