Gus Miftah: Istana Menghormati Marwah Ulama

photo author
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:18 WIB
Gus Miftah memberikan pandangannya menjelang Muktamar NU di Tambakberas, Jombang. (ISTIMEWA)
Gus Miftah memberikan pandangannya menjelang Muktamar NU di Tambakberas, Jombang. (ISTIMEWA)

Ingatkan Kekuasaan di NU adalah Amanah

Gus Miftah lantas mengingatkan tradisi pesantren dari kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari yang memiliki sebuah pesan kuat sangat relevan dengan situasi saat ini, yakni “Man thalaba al-riyasata fadhahahu Allahu.” (Siapa yang ambisius mengejar jabatan kepemimpinan, maka Allah akan menghinakannya).

“Kekuasaan di NU itu bukan untuk direbut (dithalab), melainkan sebuah amanah berat yang digotong bersama atas dasar khidmah (pengabdian). Ketika seseorang belum mumpuni secara kapasitas, namun memaksakan diri maju dengan cara menunggangi klaim ‘restu Istana,’ ia sebenarnya sedang meruntuhkan wibawanya sendiri di hadapan para kiai sepuh,” lanjutnya.

“Muktamar di Tambakberas harus menjadi panggung yang gembira, bersih dari transaksional, dan bermartabat. Biarlah para kiai sepuh di jajaran Syuriyah dan para muktamirin yang membawa mandat akar rumput yang menimbang dan memutuskan dengan nurani jernih,” katanya lagi.

Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji itu juga mengungkapkan harapannya agar NU bisa lebih baik di masa depan dan memperingatkan pihak-pihak luar untuk mengerti batasan.

“Saya sebagai orang yang mencintai NU dan bukan bagian dari timses manapun, hanya ingin NU menjadi lebih baik kedepannya. Semata karena tantangan besar kini berada didepan mata nahdliyin,” tuturnya.

“Ketika Istana memilih menghormati NU dari kejauhan dengan cinta dan proporsionalitas, maka elemen-elemen di luar sana mestinya tahu diri: jangan mengotori kesucian muktamar dengan dagang pengaruh yang stensilan,” tukasnya.
*

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tria Anggreina Kawulusan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Gus Miftah: Istana Menghormati Marwah Ulama

Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:18 WIB
X