Tahuna, SULUTZONE.COM - Dalam upaya memperkuat budaya peduli lingkungan serta mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan, PT PLN (Persero) UP3 Tahuna menggelar Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pegawai, Tenaga Alih Daya (TAD), dan petugas keamanan (security) ini menghadirkan dua narasumber, yakni Anderson Sandil, SST (Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementan RI / BPPSDMP Co-Working Kab. Kepulauan Sangihe) dan Celline Army Sandil (Trainer Eco Enzyme Nusantara).
Inisiatif ini bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong pemanfaatan sampah organik secara bernilai guna, sejalan dengan komitmen PLN dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan berprinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan oleh PLN UP3 Tahuna. Menurutnya, penerapan nilai-nilai keberlanjutan harus dimulai dari unit terdepan dan dibiasakan dari hal-hal kecil di lingkungan kerja.
"Komitmen PLN dalam mendukung transisi energi dan keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik hijau, tetapi juga lewat budaya insan PLN yang sadar lingkungan. Inisiatif pengolahan sampah organik di Tahuna ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pencapaian Net Zero Emissions. Saya berharap semangat menjaga kelestarian bumi ini dapat terus digelorakan dan dijadikan standar perilaku sehari-hari oleh seluruh pegawai," tegas Usman.
Sejalan dengan hal tersebut, Manager PT PLN (Persero) UP3 Tahuna, Eko Yuwono, menyampaikan bahwa kepedulian lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari operasional bisnis perusahaan.
"Keandalan listrik tidak hanya diukur dari kualitas pelayanan kepada pelanggan, tetapi juga dari bagaimana PLN mampu menjalankan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan budaya peduli lingkungan agar dimulai dari langkah sederhana, seperti memilah dan mengolah sampah organik secara benar. Kami berharap edukasi ini diterapkan secara konsisten sehingga berdampak positif bagi masyarakat maupun perusahaan," ujar Eko.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari pemilahan limbah rumah tangga hingga teknik pembuatan kompos dan eco enzyme yang kaya manfaat.
Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementan RI, Anderson Sandil, SST, menekankan pentingnya pengolahan sampah organik yang berbasis pemanfaatan kembali.
"Sebagian besar sampah rumah tangga adalah sampah organik yang bernilai guna tinggi jika diolah menjadi kompos atau eco enzyme. Apabila pemilahan dilakukan secara konsisten dari lingkungan kerja dan rumah tangga, kita tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga menciptakan produk pendukung pertanian yang ramah lingkungan. Kesadaran kolektif inilah yang terus kita bangun bersama PLN," jelas Anderson.
Melalui kegiatan edukasi ini, PLN UP3 Tahuna terus menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap aktivitas operasional perusahaan guna memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Artikel Terkait
Sinegritas TNI-Rakyat Dalam Mendukung Pembangunan Desa Lewat Giat Pembuatan Sumur Bor
Chandra Damopolii Sampaikan Duka Cita Musibah Drag Race Upai, Hormati Proses Penyelidikan Pihak Berwenang
Menata Masa Depan Talaud 2027: DPRD Gelar Paripurna Penyampaian KUA-PPAS, Fokus pada Ekonomi Inklusif dan Pembangunan Perbatasan
Waspada Marak Minuman Beralkohol Palsu di Media Sosial, Warga Manado Imbau Lebih Teliti
Biar Duit Negara Balik, Pemprov Sulut Gelar Sidang TGR: 12 Orang Langsung Bayar Lunas Di Tempat!
Kucuran Tambahan DAU Cair, Gubernur YSK Kirim Doa Khusus Buat Presiden Prabowo
Bukan Cuma Hura-hura, APM Rayakan HUT ke-5 Lewat Aksi Bersih Beach Walk Malalayang
Wajib Tahu! Dewan Pers Perbarui Kode KBLI Perusahaan Media: Ini Daftar Nomor Utama dan Pendukungnya
Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah, Tim Penyidik Kejaksaan Geledah Rumah Ketua KPU Minsel
Wujud Kemanunggalan, Babinsa dan Warga Bersama-sama Bantu Bangun RTLH