Pelatihan keterampilan, pengembangan kepemudaan, pendidikan nonformal, serta pembukaan akses terhadap berbagai peluang kerja dan usaha dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman.
“Kita tidak boleh hanya berbicara tentang pembangunan fisik. Kalau jalan dan fasilitas dibangun tetapi sumber daya manusianya tidak berkembang, pembangunan kita belum lengkap. Anak-anak muda harus mendapatkan kesempatan untuk belajar, berlatih dan bekerja,” tutur Ku.
Budaya Tonsea sebagai Identitas Desa
Selain ekonomi dan sumber daya manusia, pelestarian budaya lokal juga menjadi bagian dari gagasan pembangunan yang dibawa Ku.
Ia menilai kemajuan desa harus berjalan bersama dengan upaya menjaga identitas masyarakat. Salah satu gagasan yang ingin didorong adalah pengenalan kembali bahasa Tonsea di lingkungan pendidikan di Desa Kokoleh Satu sebagai bagian dari upaya mempertahankan budaya lokal kepada generasi muda.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan menghadapi perkembangan global tanpa kehilangan identitas dan akar budayanya.
Baca Juga: Kapolres Kotamobagu Gelar Jumat Keliling Bersama Jamaah LDII Desa Poyowa Kecil
“Kita ingin anak-anak Kokoleh Satu maju dan mampu bersaing, tetapi mereka juga harus tahu siapa mereka dan dari mana mereka berasal. Bahasa dan budaya Tonsea adalah bagian dari identitas yang perlu kita jaga,” ujarnya.
Pemerintahan yang Terbuka dan Dekat dengan Masyarakat
Dalam hal pemerintahan desa, Ku menekankan pentingnya keterbukaan, komunikasi dan partisipasi masyarakat.
Ia berpandangan bahwa masyarakat bukan hanya sebagai penerima program pemerintah desa, tetapi harus menjadi bagian dari proses perencanaan dan pembangunan.
Karena itu, komunikasi antara pemerintah desa dengan masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, kelompok usaha, petani, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya perlu diperkuat.
“Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri. Desa ini milik kita bersama. Karena itu, masyarakat harus diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, memberikan masukan dan ikut menentukan arah pembangunan,” katanya.
Menjaga Persaudaraan dalam Pemilihan
Artikel Terkait
Ribuan Warga Warembungan Serbu Balai Desa, Pemilihan Hukum Tua Berlangsung Hingga Sore Hari
Kristy Toar Terpilih Jadi Hukum Tua Desa Walantakan, Warga Titip Harapan Baru
Lukow Disusul Toar, Rorong dan Sambeka,Saturang SMALA 07 Cetak Empat Hukum Tua
128 Hukum Tua Terpilih di Minahasa Resmi Dilantik, Bupati Robby Dondokambey: Rangkul Semua Warga dan Bangun Desa Bersama
Belly Memah Sampaikan Pesan Perpisahan dan Terima Kasih Usai Berakhirnya Masa Jabatan Hukum Tua Amongena 1
Sengketa Pilhut Desa Wineru Bergulir, Proses Pelantikan Hukum Tua Masih Menunggu Penyelesaian
Era Baru Amongena 1 Dimulai! Jeftha Karel Kereh Resmi Jadi Hukum Tua
Hukum Tua Raringis Utara Periode 2025–2034 Fokus Penataan Perangkat Desa, Target 100 Hari Kerja Masih Dimusyawarahkan
Jelang HUT RI ke-81, Hukum Tua Tempang Dua Pastikan Kesiapan Paskibra dan Sarana Upacara
Pembangunan Paving Blok Tahap I Desa Winebetan Dikerjakan, Hukum Tua Farry Sambeka Libatkan Warga Setempat