KKR Akbar Unity In Jesus Christ Berjaya di Manado, Tegaskan Kasih dan Pertobatan

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Minggu, 2 Agustus 2026 | 12:03 WIB
Ketua panitia Pendeta Osi Kaloh (Ketiga dari kiri), bersama jajaran paniti Unity In Christ (William Goni)
Ketua panitia Pendeta Osi Kaloh (Ketiga dari kiri), bersama jajaran paniti Unity In Christ (William Goni)

MANADO – Gerakan rohani Kristen bertajuk Unity In Jesus Christ berhasil menyelenggarakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Akbar yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh berkat di Taman Kebangkitan Bangsa, Kota Manado, pada Kamis, (23/07/2026).

Kegiatan besar ini mengusung tema utama “Manado di Sayang Tuhan” dengan landasan firman Tuhan dari Matius 3:2, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat”, serta menghadirkan pembicara tamu ternama, Pendeta Michael Ponelo yang datang khusus dari Jakarta untuk menyampaikan firman kepada ribuan umat yang hadir.

KKR Akbar ini diselenggarakan sebagai wujud nyata persekutuan umat Kristen lintas gereja, usia, dan latar belakang kehidupan di Kota Manado, dengan satu tujuan mulia: membangkitkan iman yang layu, menyerukan pertobatan sejati, serta menegaskan kembali kasih Allah yang melimpah dan tak bersyarat atas kota ini beserta seluruh penghuninya.

Baca Juga: Pembangunan Paving Blok Tahap I Desa Winebetan Dikerjakan, Hukum Tua Farry Sambeka Libatkan Warga Setempat

Panitia penyelenggara merancang seluruh rangkaian acara dengan matang dan penuh doa, mulai dari pujian penyembahan yang menggugah hati, doa syafaat kolektif bagi kesejahteraan kota, hingga penyampaian firman Tuhan yang diharapkan menjadi pengubah hidup bagi setiap peserta.

Tema “Manado di Sayang Tuhan” tidak sekadar dijadikan semboyan, melainkan pengingat abadi akan janji Tuhan yang senantiasa menyertai, menjaga, dan memberkati kota ini, sepanjang umat-Nya mau kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus dan rendah hati.

Dalam kesempatan istimewa itu, Pendeta Michael Ponelo menyampaikan firman Tuhan dengan penuh kuasa, ketulusan, dan penghayatan mendalam, yang disambut dengan sukacita serta tangis haru oleh seluruh hadirin.

Pembicara yang berasal dari Jakarta ini mengawali penyampaiannya dengan menegaskan satu kebenaran yang tidak berubah sepanjang masa: “Tuhan itu baik untuk semua orang”.

Kebenaran agung ini, ujar beliau, bahkan telah dinyatakan Allah sejak 2.500 tahun yang lalu, melalui rencana keselamatan besar yang dipersiapkan-Nya bagi segenap umat manusia tanpa terkecuali.

“Allah yang kekal, yang menciptakan segala isi alam semesta dan mengasihi setiap ciptaan-Nya dengan kasih yang tak terukur, berkenan masuk ke dalam sejarah manusia. Ia rela menjadi manusia sungguhan, hidup di tengah-tengah kita, dan mengambil posisi yang paling hina di dunia ini: lahir di dalam kandang hewan, tumbuh dalam keterbatasan, hingga akhirnya menempuh kematian yang paling hina pula di kayu salib. Semua penderitaan dan penghinaan itu Ia lalui bukan untuk diri-Nya sendiri, melainkan semata-mata untuk menebus dosa manusia, memulihkan hubungan kita yang rusak dengan Bapa di surga, dan membuka jalan keselamatan yang kekal bagi siapa saja yang percaya,” ucap Pendeta Michael Ponelo di hadapan jemaat yang hadir.

Baca Juga: MTPJ GMIM 2 - 8 Agustus 2026

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa kasih Allah tidak mengenal batas suku, bangsa, status sosial, maupun masa lalu seseorang.

“Allah mengasihi semua manusia. Apa pun beban berat yang sedang kita pikul hari ini, apa pun lika-liku hidup yang telah kita lalui, satu hal yang pasti dan tidak akan pernah berubah: Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Ia senantiasa menyertai setiap langkah kita, menunggu kita untuk kembali kepada-Nya dalam pertobatan yang sungguh-sungguh, dan siap mencurahkan berkat serta damai sejahtera-Nya atas hidup kita,” tambah beliau.

Pesan yang disampaikan secara sederhana namun mendalam ini bergema kuat di hati setiap peserta, menjadi penghiburan bagi yang berduka dan penguatan bagi yang imannya sedang diuji.

Baca Juga: RHK Minggu, 2 Agustus 2026 Yeremia 31:1 – Israel Milik Kepunyaan Tuhan Allah

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana KKR Akbar Unity In Jesus Christ, Pendeta Osi Kaloh, menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terlaksananya kegiatan ibadah besar ini dengan lancar, aman, dan penuh buah rohani.

“Kami bersyukur kepada Tuhan, karena atas izin, pertolongan, dan penyertaan-Nya kami dapat menyelenggarakan Kebaktian Kebangunan Rohani Akbar ini dengan baik. Lewat KKR ini, kami percaya dan berharap banyak orang akan semakin teguh percaya kepada Yesus Kristus, mengalami pembaharuan hidup yang sejati, serta bertumbuh dalam iman yang berbuah nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pendeta Osi Kaloh dalam keterangannya seusai acara.

Beliau juga menambahkan bahwa seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan KKR ini senantiasa didasari oleh doa yang terus-menerus dan harapan bersama, supaya Kota Manado senantiasa berada di bawah lindungan, kasih, dan berkat Tuhan.

“Kegiatan ini menjadi doa dan harapan kami semua, supaya kota Manado ini benar-benar menjadi kota yang disayang Tuhan, damai sejahtera-Nya melimpah atas setiap warganya, kebaikan-Nya nyata dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, dan nama-Nya senantiasa dimuliakan di tengah-tengah kita,” lanjut Pendeta Osi Kaloh.

Di akhir sambutannya, beliau juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran panitia yang bekerja keras dengan sukarela, para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang mendukung, pihak pemerintah kota yang memfasilitasi, serta seluruh umat yang hadir dengan keterbukaan hati untuk menerima firman Tuhan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X