Ahli Balistik Temukan Jaringan Otak dan Pipi Brigadir J di Proyektil Peluru

photo author
Kamal Babay, Sulut Zone
- Kamis, 15 Desember 2022 | 03:03 WIB
Ahli Balistik Temukan Jaringan Otak dan Pipi Brigadir J di Proyektil Peluru (PMJ)
Ahli Balistik Temukan Jaringan Otak dan Pipi Brigadir J di Proyektil Peluru (PMJ)

SULUTZONE - Dalam persidangan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, ahli Balistik dihadirkan.

Kehadiran ahli Balistik ini untuk bersaksi bagi seluruh terdakwa kasus tewasnya Brigadir J.

Sejumlah bukti yang ditemukan ahli balistik terungkap dalam persidangan tersebut.

Baca Juga: Polda Sulut Ungkap Kasus Tambang Ilegal, Begini Penjelasan Kapolda Setyo Budiyanto

Ahli Balistik dari Puslabfor Polri, Arif Sumirat hadir sebagai saksi dalam persidangan seluruh terdakwa perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam persidangan, Arif Sumirat mengaku menemukan jaringan otak dan pipi Brigadir J dari serpihan proyektil yang ditelitinya.

Penemuan tersebut ditemukan berasal dari serpihan proyektil yang diserahkan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan ke Puslabfor Polri berupa satu anak peluru dan tiga serpihan proyektil.

Baca Juga: Menkominfo Johnny G. Plate Dipecat Karena Ikut Kampanye Anies Baswedan, Cek Faktanya Disini

“Serpihan pertama dari jaringan otak itu ada serpihan jaket anak peluru dan timbal Yang Mulia. Bentuknya kecil sekali. Dan satu lagi dari pipi hasil otopsi. Itu berupa lead antimony,” ujar Arif Sumirat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 14 Desember 2022.

Arif Sumirat mengaku tidak bisa mengidentifikasi jenis senjata dari serpihan proyektil tersebut lantaran bentuk serpihan yang disebutnya sangat kecil. Namun ia bisa mengidentifikasi ukuran anak oelurunya.

“Karena bentuknya sangat kecil dan tidak ada garis-garis kasar, galangan, atau dataran pada serpihan tersebut Yang Mulia,” paparnya.

Baca Juga: Heboh! Berstatus Wartawan UKW Madya Dewan Pers, Umbaran Kini Menjabat Kapolsek

“Serpihan kita bisa identifikasi yang ada di jaringan otak dan pipi itu kaliber 9 mili,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arif Sumirat mengatakan jenis senjata yang digunakan untuk membunuh Brigadir J bisa diidentifikasi dari bukti anak peluru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kamal Babay

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X