Kisah Mayjen Farid Makruf, Penggagas Pembangkit Listrik Tenaga Air di Manggalapi Palolo Sulteng

photo author
Depanan Simangunsong, Sulut Zone
- Jumat, 18 November 2022 | 21:40 WIB
Mayjen Farid Makruf, pengagas Pembangkit Listrik Tenaga Air di Dusun Manggalapi
Mayjen Farid Makruf, pengagas Pembangkit Listrik Tenaga Air di Dusun Manggalapi

SULUTZONE -  Kisah Mayjen Farid Makruf yang membuat pembangkit tenaga listrik di Dusun Manggalapi,Rejeki, Palolo, Sulawesi Tengah.

“Selamat malam Pak. Mohon maaf mengganggu. Saya Kepala Desa Rejeki, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi dan seluruh warga Desa Rejeki baik yang berada di Dusun Kawerewere dan Dusun Manggalapi, mengucapkan selamat dan sukses kepada bapak Mayjen atas jabatan baru sebagai Pangdam V/Brawijaya.

"Dan juga kami seluruh masyarakat Desa Rejeki mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada bapak atas program unggulan Korem 132/Tadulako yang sudah terlaksana dengan baik di desa kami, sehingga warga di desa kami sudah menikmati listrik tenaga air. Sekali lagi terima kasih banyak Pak. Hormat saya Kades Rejeki," Demikian isi pesan Whatsapp dari Dedan Lampekui, Kepala Desa Rejeki, Kecamatan Palolo dilansir dari Situs Resmi TNI Angkatan Darat

Dedan punya cerita sendiri soal Pembangkit listrik tenaga air mikro yang saat ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Dusun Manggalapi, Desa Rejeki, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Sulteng

Baca Juga: Kasus Narkoba Teddy Minahasa, Hotman Paris: Namanya Dicatut, Entah Siapa Otaknya

Kisahnya, pada Oktober dan November 2021, saat Operasi Madago Raya, Brigjen TNI Farid Makruf, MA yang pada saat itu menjabat sebagai Danrem 132/Tadulako sampai ke Dusun Kawerewere dalam rangkaian operasi memburu sisa-sisa kelompok Mujahiddin Indonesia Timur. Brigjen TNI Farid Makruf yang ditemani Kepala Operasi Badan Intelijen Daerah Sulteng, Kolonel Kav Abdul Rahman sedang berbincang dengan Kepala Dusun dan sejumlah warga.

Saat itu warga masyarakat mengeluhkan tidak adanya aliran listrik di dusun mereka. Situasi inilah yang sering dimanfaatkan oleh para DPO teroris untuk bersembunyi dan melintas di wilayah tersebut.

Di jajaran Kampung di pedalaman itu sebanyak 54 KK menetap di Dusun 2 Manggalapi, 62 KK di Dusun 1 dan 48 KK di Dusun 3 Kawerewere. Warga sangat berharap adanya penerangan Listrik terutama di malam hari. Bila malam tiba warga hanya berdiam di rumah. Tak ada televisi sebagai hiburan. Anak-anak sekolah sulit belajar karena tidak ada penerangan.

Mendengar keluhan warga, Brigjen Farid Makruf merasa prihatin melihat bahwa di Dusun Kawerewere tidak ada penerangan listrik. Warga memakai penerangan lampu minyak seadanya.

Baca Juga: Kasus Pornografi Dea OnlyFans, Humas PN Jaksel: Sudah Divonis

Singkat kata, Brigjen Farid Makruf diperkenalkan oleh Kolonel Kav Abdul Rahman dengan warga setempat bernama Sudirman seorang insinyur yang mempunyai bengkel motor dan paham teknik mesin, pembuatan senjata, metalurgi dan mesin Listrik. 

Di depan rumahnya dibangun pembangkit listrik yang digerakkan turbin air untuk bengkel dan penerangan di rumahnya.

 

Kedua Perwira abituren Akademi Militer 1991 itu menggali pengalaman dan pengetahuan Sudirman, dan memutuskan untuk membuat pembangkit listrik tenaga Air mikro untuk pemukim di Kawerewere dan Manggalapi. Kemudian direncanakanlah untuk membuat dua unit pembangkit listik tenaga air mikro di Kawerewere. Bila di Manggalapi, 57 rumah dan 20 lampu jalan tenaga surya terpasang di Dusun di wilayah Desa Rejeki, maka pembangkit listrik tenaga air mikro jadi pilihan untuk Dusun Kawerewere.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Depanan Simangunsong

Sumber: Website TNI AD

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X