Dalam sidang sebelumnya, majelis hakim juga sempat menetapkan sejumlah barang milik Harvey dan keluarganya dirampas untuk negara.
Dari daftar tersebut, terdapat aset atas nama Sandra Dewi yang ikut disita. Barang-barang itu meliputi 88 tas branded, 141 perhiasan, beberapa properti di Jakarta dan Tangerang, hingga deposito senilai Rp33 miliar.
Selain itu, kendaraan mewah seperti Rolls-Royce, Ferrari, dan Lexus juga termasuk dalam daftar penyitaan.
Hakim berpendapat seluruh aset tersebut diperhitungkan sebagai pengganti kerugian negara dalam perkara korupsi yang menjerat Harvey Moeis.
Pengakuan Sandra di Persidangan
Sandra Dewi yang pernah hadir sebagai saksi dalam persidangan suaminya menjelaskan asal-usul deretan tas mewah yang kini menjadi objek sengketa.
Istri Harvey Moeis itu menegaskan sebagian besar tas didapat dari hasil endorsement sejak 2012 silam.
“Di tahun 2014 ada lebih dari 23 toko tas branded di Indonesia yang memberikan saya tas sebagai bentuk promosi. Setiap barang datang, saya posting sesuai nilai kontraknya. Ini sudah saya jalani selama sepuluh tahun,” kata Sandra saat bersaksi di PN Tipikor Jakarta Pusat, pada Oktober 2024 lalu.
Kendati demikian, Sandra menilai kerja sama endorsement itu tidak tertulis secara kontrak. Semua dokumentasi hanya berupa unggahan di akun media sosialnya yang memiliki jutaan pengikut.
Sandra berharap majelis hakim mempertimbangkan bukti aktivitas tersebut sebagai bentuk kerja sah dan bukan hasil dari tindak pidana.
Hingga kini, publik menanti putusan yang akan menentukan apakah aset atas nama Sandra Dewi dapat dikembalikan atau tetap dirampas untuk negara.
Sementara itu, Harvey Moeis telah divonis 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar serta diwajibkan membayar uang pengganti Rp420 miliar atas tindak pidana korupsi yang merugikan negara hingga Rp300 triliun.***
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Pamer Kesuksesan MBG di Sidang Paripurna Kabinet, Klaim Kasus Keracunan Masih di Koridor Aman
Resahnya Warga Cari Kerja Jadi Sorotan Prabowo di Sidang Kabinet, Lihat Lagi Target Menkeu Purbaya di Akhir 2025
Soal Oknum Mahasiswa Pembuli Timothy Anugerah Dituntut DO, Lihat Lagi Deret Sanksi versi Permendikbudristek
Hebohnya Fans Garuda Cari Sosok Pelatih Baru di Medsos, Bikin Timur Kapadze Tersanjung hingga Ungkap Belum Ada Tawaran
China Siap Lanjutkan Kerja Sama dengan Indonesia dalam Proyek Whoosh, Klaim Dampak Positif di Sektor Perekonomian
Sebut Investasi pada SDM, Presiden Prabowo Beberkan Rencana Pendidikan di Indonesia saat Sidang Paripurna Kabinet
Presiden Prabowo: Biaya dan Waktu Antrean Haji Turun, Kampung Indonesia Siap Dibangun di Makkah
Presiden Prabowo Minta Duit Sitaan Korupsi untuk LPDP: Menkeu Purbaya Sanggupi Tahun Depan, Wamen Stella Christie Sigap Lakukan Koordinasi
Investigasi Menyeluruh Kasus Keracunan MBG: 70 Kasus Keracunan Dilaporkan Terjadi di Daerah pada Sepanjang Tahun 2025
Usai Diam-diaman di Sidang Kabinet, Intip Beda Pandangan Purbaya vs Luhut soal Whoosh yang Dianggap Beban Fiskal Negara