Sulutzone.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai tambahan suntikan dana untuk beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari uang hasil pengembalian kasus korupsi.
Ide penggunaan uang pengembalian kasus korupsi kepada negara untuk LPDP itu dilontarkan oleh Presiden Prabowo saat berpidato di Sidang Kabinet Paripurna pada Senin, 20 Oktober 2025.
Secara khusus, Presiden Prabowo menyebut uang Rp13 triliun dari kasus korupsi ekspor minyak mentah (CPO) yang diserahkan oleh Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan yang diterima secara simbolis pada hari yang sama.
Mengenai permintaan Prabowo menggunakan uang tersebut untuk LPDP, Menkeu Purbaya mengatakan prosesnya masih butuh waktu.
Menkeu Purbaya: Tahun Depan Baru Bisa
Menkeu Purbaya menyanggupi suntikan anggaran ke dana abadi pendidikan yang dikelola oleh LPDP seperti arahan dari Presiden Prabowo.
Meski begitu, dana yang berasal dari bagian Rp13 triliun uang pengembalian korupsi itu tidak serta merta bisa dilakukan di tahun 2025, namun ia menjanjikan pada tahun 2026.
“Saya belum diskusi detailnya, tapi diperintahkan diminta ditambahkan ke LPDP,” kata Menkeu Purbaya kepada awak media usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin malam, 20 Oktober 2025.
“Kalau tahun depan sih bisa, kalau sekarang nggak bisa,” imbuhnya.
Wamen Stella Christie: Bakal Mulai Pemetaan dan Koordinasi dengan LPDP
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Stella Christie, menyatakan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) akan memetakan kebutuhan LPDP sesuai dengan pidato Prabowo.
“Ya tindak lanjutnya kita akan langsung memetakan bersama dengan LPDP,” ucap Stella kepada awak media di Kompleks Istana Negara pada Senin, 20 Oktober 2025.
Stella mengungkapkan bahwa dan riset saat ini bertambah dan sebagian besar berasal dari LPDP.
“Memang kami selama ini juga bekerja sama (dengan LPDP), tadi misalnya yang saya bilang bahwa dana riset di bawah Bapak Presiden ini bertambah 218 persen itu salah satunya adalah sumbangan terbesar dari LPDP,” terangnya.
Artikel Terkait
Yusril Ihza Mahendra Beri Update soal Komisi Reformasi Polri, Minta Publik Bersabar Pengumuman Resmi dari Presiden
Saking Jumbonya Kerugian Negara di Kasus Korupsi Ekspor CPO, Prabowo Sampai Salah Sebut Angka Triliun Jadi Miliar
Menkeu Purbaya Setel Alarm Bahaya bagi Ekonomi RI: Anggaran Triliunan Pemda Parkir di Bank, Serapan FLPP Lamban
Presiden Prabowo Pamer Kesuksesan MBG di Sidang Paripurna Kabinet, Klaim Kasus Keracunan Masih di Koridor Aman
Resahnya Warga Cari Kerja Jadi Sorotan Prabowo di Sidang Kabinet, Lihat Lagi Target Menkeu Purbaya di Akhir 2025
Soal Oknum Mahasiswa Pembuli Timothy Anugerah Dituntut DO, Lihat Lagi Deret Sanksi versi Permendikbudristek
Hebohnya Fans Garuda Cari Sosok Pelatih Baru di Medsos, Bikin Timur Kapadze Tersanjung hingga Ungkap Belum Ada Tawaran
China Siap Lanjutkan Kerja Sama dengan Indonesia dalam Proyek Whoosh, Klaim Dampak Positif di Sektor Perekonomian
Sebut Investasi pada SDM, Presiden Prabowo Beberkan Rencana Pendidikan di Indonesia saat Sidang Paripurna Kabinet
Presiden Prabowo: Biaya dan Waktu Antrean Haji Turun, Kampung Indonesia Siap Dibangun di Makkah