Berhalter justru menyatakan sepak bola malah menyatukan umat manusia. "Anda dipersatukan oleh kecintaan yang sama kepada olahraga ini," sambung dia.
Kemenangan dramatis Iran atas Wales dalam skor 2-0 dan seri tanpa gol AS melawan Inggris pada hari Jumat membuat salah satu pertandingan terakhir Grup B ini akan sangat mendebarkan.
Inggris yang memuncaki klasemen dengan empat poin akan menghadapi tim terbawah Wales dalam laga terakhirnya di grup ini. Inggris cukup seri, dan jika ini yang terjadi, apalagi andai AS yang menang, maka kontes Iran melawan Amerika Serikat akan menentukan tim mana yang lolos ke babak 16 besar.
Pertemuan ini sendiri merupakan ulangan penyisihan grup Piala Dunia 1998 yang dimenangkan Iran 2-1.
Seperti yang mungkin akan terjadi dalam laga Senin malam nanti itu, kontes 1998 tersebut ditandai dengan momen simbolis sebelum pertandingan di Stade Gerland di Lyon ketika pemain-pemain Iran memberikan mawar putih yang menjadi simbol perdamaian di Iran, kepada pemain-pemain Amerika.
Mungkin momen 24 tahun lalu itu bisa terjadi lagi malam nanti, dan menjadi semakin menarik karena pemain-pemain Iran juga sepertinya memprotes perlakuan pemerintahnya terhadap para demonstran yang sudah menewaskan banyak orang termasuk gadis berusia 22 tahun, Mahsa Amini, yang meninggal dunia dalam tahanan dan memicu protes nasional berkaitan berpakaian menurut syariat di negara itu
Di Berhalter mencermati betul kebangkitan Iran itu dengan mewaspadai ancaman Iran yang bisa menghempaskan Wales dengan begitu meyakinkan.
"Sekarang kami harus yakin bahwa kami cukup bagus untuk melaju ke putaran kedua," kata pelatih Iran Carlos Queiroz.
Namun demikian Queiroz menaruh respek kepada Amerika Serikat yang disebutnya sebagai tim yang brilian.
Queiroz tak ingin fokus teralihkan kepada hal-hal dil luar sepak bola, "karena yang ingin kami lalukan adalah mempersembahkan hadiah kepada pendukung Iran."
Iran memiliki catatan baik saat bertemu AS, dalam dua pertandingan terakhir
Iran memetik kemenangan dan satu kali imbang.
Selain itu, Iran juga memiliki rekor bagus saat melawan tim-tim Amerika Utara & Tengah, 11 kali kemenangan dan hanya tiga kali seri.
Baik Iran dan Amerika Serikat telah menunjukkan kekuatan yang layak diwaspadai di Piala Dunia 2022.
Namun, Iran akan sedikit lebih diuntungkan karena mereka kini unggul poin atas AS.
Artikel Terkait
Jelang Natal dan Tahun Baru, 20 KA Ditambah. Simak Jadwal Keberangkatan Dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen
Mantan Kepala Gakkum Propam Susanto; Putri Candrawathi Tidak Pernah Sebut Nama Brigadir J Saat Diperiksa
Laksamana Yudo Margono Resmi Calon Tunggal Panglima TNI
Linggom Siahaan Ungkap Perintah Ferdy Sambo Terbitkan Surat Izin Senjata Meski Tanpa Tes Psikologi
Mantan Kasat Reskrim Ini Ceritakan Saat Ferdy Sambo Meminta Tidak Dibuat Ramai Pembunuhan Brigadir J
Kemarahan Ridwan Soplanit ke Ferdy Sambo; Kenapa Kami Harus Dikorbankan
Terbaru ! Ini Rekaman CCTV di Sekitar Rumah Dinas Ferdy Sambo
7 Instansi di Bolmut Tanpa Kepala Dinas, Berikut Prediksi Nama-Nama Calon Pejabatnya
Toko Pakaian di Kotamobagu Hangus Dilalap Sijago Merah
Ridwan Soplanit Tak Terima Kena Imbas Kematian Brigadir J, Ferdy Sambo; Saya Yang Salah