Di sisi lain, World Vision yang sudah beroperasi di Filipina selama 65 tahun, menyatakan fokusnya kini pada pemantauan dampak gempa terhadap anak-anak dan komunitas terdampak di Mindanao.
“Kami bersyukur terdapat para korban yang bisa selamat, tetapi kami masih berharap anak-anak dan keluarga mereka juga dalam keadaan baik,” ungkap komunitas lokal di Filipina tersebut.***
Artikel Terkait
Beralih dari Genset, CV Mutiara Perdana Abadi Nikmati Efisiensi Biaya Berkat Daya Besar PLN
Tri Perkuat Jaringan Kuat di Manado, Pastikan Masyarakat Sulawesi Utara Hingga ke Pelosok Nikmati Pengalaman Digital Terbaik
Menghidupkan Kembali Kisah Toar & Lumimuut, ARYADUTA Manado Gelar Asta Karya 2025
Pelatihan Basic Life Support di ARYADUTA Manado: Kolaborasi dengan Siloam Hospitals untuk Keselamatan Nyata
Sekda Talaud, Dr.Yohanis B.K. Kamagi, Ajak Jaga Keutuhan NKRI ; Ketua DPRD, Drs. Engelbertus Tatibi Pimpin Ikrar Kesetiaan Pancasila.
BGN dan BPOM Beberkan Hasil Investigasi Penyebab Keracunan MBG, SPPG Tak Patuh SOP Diklaim Jadi Biangg Keladi
Dilema Rokok untuk Ekonomi dan Kesehatan, Menkeu Purbaya Pilih Beri Tantangan Balik Begini
Maju Mundur Kesepakatan SPBU Swasta dan Pertamina: VIVO dan BP-AKR Batalkan Pembelian Base Fuel
Blunder Menu MBG Pakai Makanan Hasil UPF, DPR Cecar BGN soal Kebijakan yang Berbeda
Sidoarjo Berduka, 1 Korban Tewas yang Tertimpa Bangunan Ambruk di Ponpes Al Khoziny Ditemukan dalam Posisi Bersujud