SULUTZONEcom -- Kebakaran yang melanda lereng gunung di sebelah barat Los Angeles dengan cepat meluas, melahap vegetasi kering dan mengancam lingkungan Pacific Palisades dekat Santa Monica. Kecepatan penyebaran api yang luar biasa ini disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem, khususnya angin kencang dan kering yang dikenal sebagai angin Santa Ana. Angin ini berperan penting dalam memicu dan memperparah kebakaran hutan.
Angin Santa Ana, juga dikenal sebagai angin Fohn, berasal dari pusat Gurun California. Angin ini sangat panas dan kering, bahkan mampu menghilangkan kelembapan dari vegetasi, menjadikannya bahan bakar yang ideal untuk api.
Peran Angin Santa Ana dalam Penyebaran Api:
Menurut Rory Hadden, peneliti ilmu kebakaran dari University of Edinburgh, ada tiga elemen yang dibutuhkan untuk terjadinya kebakaran: penyulut, bahan bakar, dan oksigen. Namun, kecepatan angin Santa Ana yang mencapai lebih dari 160 km per jam (100 mph) menjadi faktor krusial yang membuat kebakaran ini begitu dahsyat.
“Angin-angin tersebut sangat, sangat kering. Mereka bergerak sangat, sangat cepat, jadi begitu api mulai menyala, sangat mudah untuk dikuasai dan kemudian membesar dan menyebar dengan sangat, sangat cepat,” jelas Hadden. Angin ini tidak hanya mengipasi api, tetapi juga membawa bara api ke area yang sangat luas.
Yang lebih mengkhawatirkan, angin Santa Ana membawa bara api terbang jauh, melintasi penghalang seperti jalan dan bangunan. “Sebenarnya banyak hal yang menghalangi menyebarnya api, seperti jalan atau bangunan, namun tidak ada yang bisa menghentikan bara api karena mereka terus bergerak terbang dibawa angin,” tambah Hadden.
Efek Domino Bara Api:
Bara api yang diterbangkan angin dapat mendarat beberapa meter di depan kobaran api utama, menyulut material baru, atau bahkan melompat hingga puluhan kilometer, memicu kebakaran baru di lokasi yang jauh. “Ada laporan bahwa benda-benda ini telah menempuh jarak puluhan kilometer, dan mereka akan mendarat di celah-celah di sekitar rumah, mungkin beberapa tanaman hias, dan mulai membakar rumah-rumah tersebut,” kata Hadden.
Masalahnya, bara api ini seringkali membakar puluhan rumah secara bersamaan, menciptakan efek domino yang sulit dikendalikan. Setiap rumah yang terbakar menghasilkan lebih banyak bara api, memperparah situasi dan menyulitkan upaya pemadaman. “Jadi, Anda memiliki efek domino semacam ini dari kembang api yang terbawa angin,” pungkas Hadden.
Artikel Terkait
Polsek Essang Kepulauan Talaud.Patroli Malam, Jaga Keamanan Warga Tetap Kondusif!
IPTU. Nender Piter. Patroli Malam, Jaga Keamanan Warga Tetap Kondusif!
Sensasi Trio Legenda: Kluivert, Pastoor, dan Landzaat Siap Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia?
Debut Conceicao Kandas! AC Milan Ditahan Imbang Cagliari 1-1
Pastoor: Timnas Indonesia Butuh Pemain "Berdarah-darah" Demi Piala Dunia!
Bupati Manumpil Tekankan Pentingnya Posyandu untuk Cegah Stunting
Wartawan Sulut Bentuk Pewarta Pemprov Sulut: Gaspol Dukung Program Gubernur YSK-Victor!
Sulutzone.com Kunjungi Pemkot Manado, Bahas Digitalisasi UMKM
PT. Tridi Media Indonesia Rayakan Anniversary ke-2: #LocalHero #FokusUMKM untuk Sulut Berkat
Tingkatkan Kompetensi Jurnalistik, Tim Sulutzone.com Ikuti Pelatihan Dasar dan Pemanfaatan AI dalam Konten