Pastoor: Timnas Indonesia Butuh Pemain "Berdarah-darah" Demi Piala Dunia!

photo author
David Lombogia, Sulut Zone
- Minggu, 12 Januari 2025 | 12:30 WIB
Alex Pastoor, saat Memimpin Timnya (Ist)
Alex Pastoor, saat Memimpin Timnya (Ist)

Indonesia, sulutzonecom -- Kedatangan Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia hingga 2027, bukan hanya membawa harapan baru, tetapi juga sebuah filosofi permainan yang tegas.

Asisten pelatihnya, Alex Pastoor, secara gamblang mengungkapkan tipe pemain yang diinginkannya: pemain yang haus kemenangan, rela berjuang habis-habisan, bahkan sampai berdarah-darah!

Pastoor, dengan pengalaman panjang melatih di berbagai klub seperti AZ Alkmaar U-19, AFC '34, Fenerbahce U-21, Feyenoord U-21, Excelsior, NEC Nijmegen, Slavia Prague, Sparta Rotterdam, SCR Altach, dan Almere City, dikenal sebagai pelatih yang mengedepankan permainan fisik dan mentalitas juara.

Baca Juga: Sensasi Trio Legenda: Kluivert, Pastoor, dan Landzaat Siap Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia?

Dalam wawancara dengan Trouw pada Desember 2023, ia menekankan pentingnya mentalitas pemenang bagi setiap atlet: "Itu adalah sesuatu yang harus dimiliki setiap atlet. Ingin menang, dengan cara apa pun. Atau - mungkin lebih dari itu - mencoba menghindari perasaan kekalahan yang sangat buruk," tegasnya.

Lebih jauh, Pastoor mengungkapkan preferensinya terhadap pemain dengan mental petarung yang kuat, seperti yang sering ditemukan di negara-negara Balkan: "Di Belanda, tidak semua pemain memiliki sikap seperti itu. Di Amerika Selatan, di Balkan, di Eropa Selatan: di sana Anda tidak perlu mengajari para pemain untuk bersikap kejam saat pemain lawan mengancam sebelum masuk ke sepertiga akhir," ujarnya.

Ia membandingkan mentalitas pemain di Belanda dan Eropa Barat dengan pemain dari negara-negara lain.

Baca Juga: Legenda Belanda Patrick Kluivert Mendarat di Indonesia, Era Baru Sepak Bola Garuda Dimulai?

Menurutnya, pemain Eropa Barat cenderung menghindari kartu merah dan mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan tim.

Pastoor justru menghargai pemain yang berani bertaruh, bahkan jika itu berujung kartu merah: "Bahkan jika itu membuat mereka mendapat kartu merah, ditandu atau tidak. Mereka lebih suka memikirkan kepentingan diri sendiri ketimbang kepentingan tim. Karena merah berarti larangan. Namun, jika pemain itu dijatuhkan, Anda terhindar dari kekalahan sebagai sebuah tim," tegas mantan asisten Marco van Basten ini.

Pernyataan Pastoor ini menjadi sorotan tajam bagi pecinta sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Kolapsnya Bentancur Guncang Tottenham Hotspur Stadium! Liverpool Takluk 0-1

Apakah Timnas Indonesia memiliki pemain dengan mentalitas "berdarah-darah" yang dibutuhkan Pastoor untuk mencapai target Piala Dunia?

Tantangan besar kini ada di depan mata, menuntut para pemain untuk menunjukkan mentalitas juara yang sesungguhnya.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: David Lombogia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X