Konflik Tambang Emas di Boltim Memanas: Kerugian Material Akibat Pembakaran, Penanggung Jawab Tempuh Jalur Hukum

photo author
Redaksi, Sulut Zone
- Rabu, 12 November 2025 | 20:48 WIB
Istimewa
Istimewa

Boltim – Area Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tobongon, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kembali dilanda konflik serius pada Kamis (6/11/2025). Insiden ini menyebabkan kerusakan dan kerugian material yang signifikan, mendorong salah satu pihak yang dirugikan untuk menempuh jalur hukum.

​Dolvi Mariay, penanggung jawab lokasi tambang di area tersebut, memastikan akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia melaporkan bahwa insiden tersebut mengakibatkan pengrusakan dan pembakaran kem, tenda, serta sejumlah barang penting milik para penambang.

​"Dalam kejadian itu terjadi pengrusakan dan pembakaran kem, tenda, serta sejumlah barang penting milik para penambang," ungkap Dolvi kepada awak media.

Baca Juga: Tambang Emas Ilegal di Lobong Kotamobagu Kembali Marak, Polres Bertindak Tegas

Pemicu Konflik: Lubang Tambang Saling Tembus

​Menurut Dolvi, perselisihan antar penambang ini bukanlah hal baru dan telah berlangsung sejak Agustus 2025. Pemicu awalnya adalah murni kesalahpahaman teknis di lapangan.

​"Awalnya terjadi kesalahpahaman akibat dua lubang tambang yang saling tembus," jelasnya.

​Upaya damai sebenarnya telah diupayakan. Dolvi membeberkan bahwa proses perdamaian sempat dilakukan di Polres Boltim dan telah menghasilkan surat kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Baca Juga: Polsek Melonguane Buka Pintu Masa Depan: 43 Siswa SMP N 1 Siap Bersaing di SMA Kemala Taruna Bhayangkara 2026!

Dugaan Provokasi Gagalkan Perdamaian

​Sayangnya, upaya damai tersebut diduga digagalkan oleh pihak ketiga. Diduga kuat, seseorang bernama Ary melakukan penghasutan atau provokasi, yang kemudian memicu aksi pembakaran di daerah tambang tersebut.

​Meskipun mengalami kerugian materil yang besar, Dolvi Mariay menyatakan rasa syukurnya karena tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

​"Kami percayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib. Yang terpenting, tidak ada korban jiwa," tegas Dolvi, berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas pelaku pengrusakan dan pembakaran, termasuk dugaan provokator yang menghasut konflik tersebut.

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X