Analisis Politik: Adaptasi Politik Gubernur Yulius Selvanus dan Kinerja "Ring Satu" Disorot Tajam!

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Rabu, 12 November 2025 | 01:26 WIB
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus (Istimewa)
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus (Istimewa)

MANADO, sulutzone.com — Gaya kepemimpinan dan pendekatan politik Gubernur Yulius Selvanus pasca menjabat terus menjadi perhatian publik dan pengamat politik di Sulawesi Utara.

Latar belakang militer yang melekat pada Gubernur dinilai masih memengaruhi fase adaptasi jabatannya, di mana Gubernur disebut masih "mencari bentuk" pendekatan politik yang tepat kepada masyarakat.

Analisis ini mencuat, sekaligus menyoroti dugaan kelemahan signifikan pada "Ring Satu" atau Tim Penunjang Kinerja Gubernur Yulius Selvanus.

Pernyataan ini dipertegas oleh pengamat politik dan sosial, Taufik Tumbelaka, yang menyampaikan bahwa Gubernur nampaknya masih dalam fase adaptasi jabatan politik dikarenakan latar belakang militernya. Hal ini, menurut Taufik, menunjukan lemahnya Tim Penunjang Kinerja dari Gubernur.

"Pendekatan dan Komunikasi Politik merupakan bagian penting bagi siapapun yang peroleh jabatan melalui Pemilu. Kelemahan ini menunjukan ada yang tidak beres pada tim terdekat Gubernur," ujar Taufik Tumbelaka.

Kelemahan Komunikasi Politik: PR Serius Bagi Pemprov Sulut

Sebagai Kepala Daerah, Gubernur Yulius Selvanus juga disebut masih memiliki kelemahan dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab langsung terhadap media massa dan informasi publik, yakni Dinas Kominfo Sulut.

Menurut Taufik Tumbelaka, secara konsep, strategi, dan manajemen isu pemberitaan, duet kepemimpinan Sulut, Yulius - Victor, dianggap sangat lemah. Kondisi ini menempatkan Dinas Kominfo Sulut dalam sorotan keras.

"Dinas Kominfo Sulut dapat dianggap gagal total dalam membantu 'Pembentukan Citra' Pemimpin Sulut. Terkesan kuat Kominfo Sulut gagal paham terkait pentingnya Komunikasi Politik dan terkait informasi yang menjadi hak publik dalam arti bukan pemberitaan yang bersifat pencitraan," tegas Taufik Tumbelaka.

Kegagalan ini dinilai menciptakan kevakuman dalam narasi kepemimpinan, padahal informasi yang transparan dan komunikasi politik yang efektif adalah hak dasar masyarakat.

Kondisi ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) serius bagi Pemerintah Provinsi Sulut ke depan, lanjut Taufik Tumbelaka.

Sebab, terlepas dari perolehan suara dalam Pemilu, legitimasi seorang pemimpin di mata publik perlu terus-menerus ditingkatkan dari waktu ke waktu melalui kinerja nyata dan komunikasi yang terencana. Kelemahan "Ring Satu" dan Kominfo dalam mengelola citra dan informasi dapat berdampak langsung pada tingkat kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap duet Yulius-Victor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X