MANADO, sulutzone.com — Gaya kepemimpinan dan pendekatan politik Gubernur Yulius Selvanus pasca menjabat terus menjadi perhatian publik dan pengamat politik di Sulawesi Utara.
Latar belakang militer yang melekat pada Gubernur dinilai masih memengaruhi fase adaptasi jabatannya, di mana Gubernur disebut masih "mencari bentuk" pendekatan politik yang tepat kepada masyarakat.
Analisis ini mencuat, sekaligus menyoroti dugaan kelemahan signifikan pada "Ring Satu" atau Tim Penunjang Kinerja Gubernur Yulius Selvanus.
Pernyataan ini dipertegas oleh pengamat politik dan sosial, Taufik Tumbelaka, yang menyampaikan bahwa Gubernur nampaknya masih dalam fase adaptasi jabatan politik dikarenakan latar belakang militernya. Hal ini, menurut Taufik, menunjukan lemahnya Tim Penunjang Kinerja dari Gubernur.
"Pendekatan dan Komunikasi Politik merupakan bagian penting bagi siapapun yang peroleh jabatan melalui Pemilu. Kelemahan ini menunjukan ada yang tidak beres pada tim terdekat Gubernur," ujar Taufik Tumbelaka.
Kelemahan Komunikasi Politik: PR Serius Bagi Pemprov Sulut
Sebagai Kepala Daerah, Gubernur Yulius Selvanus juga disebut masih memiliki kelemahan dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab langsung terhadap media massa dan informasi publik, yakni Dinas Kominfo Sulut.
Menurut Taufik Tumbelaka, secara konsep, strategi, dan manajemen isu pemberitaan, duet kepemimpinan Sulut, Yulius - Victor, dianggap sangat lemah. Kondisi ini menempatkan Dinas Kominfo Sulut dalam sorotan keras.
"Dinas Kominfo Sulut dapat dianggap gagal total dalam membantu 'Pembentukan Citra' Pemimpin Sulut. Terkesan kuat Kominfo Sulut gagal paham terkait pentingnya Komunikasi Politik dan terkait informasi yang menjadi hak publik dalam arti bukan pemberitaan yang bersifat pencitraan," tegas Taufik Tumbelaka.
Kegagalan ini dinilai menciptakan kevakuman dalam narasi kepemimpinan, padahal informasi yang transparan dan komunikasi politik yang efektif adalah hak dasar masyarakat.
Kondisi ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) serius bagi Pemerintah Provinsi Sulut ke depan, lanjut Taufik Tumbelaka.
Sebab, terlepas dari perolehan suara dalam Pemilu, legitimasi seorang pemimpin di mata publik perlu terus-menerus ditingkatkan dari waktu ke waktu melalui kinerja nyata dan komunikasi yang terencana. Kelemahan "Ring Satu" dan Kominfo dalam mengelola citra dan informasi dapat berdampak langsung pada tingkat kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap duet Yulius-Victor.
Artikel Terkait
PLN UID Suluttenggo Gelar Upacara Hari Pahlawan, Senior Manager: Perjuangan Kini dengan Ilmu, Empati, dan Totalitas Melayani
Komitmen Menerangi Negeri: PLN UID Suluttenggo Gelar Upacara Hari Pahlawan Serentak di 7 Unit Pelaksana
Peringatan Hari Pahlawan: Dinas Pariwisata Manado Jadikan Semangat Pahlawan Inspirasi Pengembangan Pariwisata Inklusif
Pemkab Talaud Gelar Upacara Hari Pahlawan Nasional
Pemkot Manado Serahkan Bantuan Benih dan Lakukan Tanam Jagung Bersama Kelompok Tani Molas
Terobosan! Dispar Manado Gandeng LSP Bunaken Indonesia, Pekerja Wisata Segera Kantongi Sertifikat Resmi BNSP
PLN 'Suntik' Daya Listrik, Petani Bunga Krisan Tomohon Panen Keuntungan Berlipat
PLN Suluttenggo Pastikan Program EA Terus Meluas, Siap Ciptakan Kemandirian Energi Petani
PLN Gelar Customer Gathering, Apresiasi Pelanggan Bisnis dan Industri serta Perkuat Sinergi Menuju Energi Berkelanjutan di Gorontalo
Dirjen Pajak Pecat 26 Pegawai, Pegawai Pemeriksa Pajak Berinisial MPS Diduga Termasuk dalam Daftar