Tangis Pecah di Bumi Karangetang: Pdt. Clau Jenifer Bangsa Kehilangan 5 Anggota Keluarga dalam Tragedi Banjir Bandang Siau

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 5 Januari 2026 | 22:17 WIB
Potret Duka Banjir Bandang (Dok. Istimewa)
Potret Duka Banjir Bandang (Dok. Istimewa)

SIAU, SULUTZONE.COM – Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro pada Senin (5/1/2026), memakan korban jiwa.

Sebanyak lima orang yang merupakan satu keluarga dari Pdt. Clau Jenifer Bangsa ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus material Gunung Karangetang.

​Kelima korban tersebut teridentifikasi sebagai ayah, ibu, kakek, nenek, dan sepupu dari Pdt. Clau. Jenazah para korban kini telah disemayamkan di Gedung Gereja GMIST Ulu Siau Timur setelah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan warga setempat.

Baca Juga: Gerak Cepat! Ny. Anik Yulius Selvanus dan Pemprov Sulut Kirim Bantuan Besar-besaran untuk Korban Banjir Sitaro

​Salah satu korban, yang merupakan sepupu dari Pdt. Clau, diketahui adalah mahasiswi semester 5 di Politeknik Negeri Nusa Utara (Pulnustar) Tahuna. Korban sedianya dijadwalkan berangkat menuju Tahuna menggunakan kapal malam (Sambar) pada Minggu (4/1), namun membatalkan keberangkatan tersebut hingga akhirnya menjadi korban musibah pada keesokan harinya.

​Suasana haru menyelimuti prosesi persemayaman. Pihak keluarga dan jemaat nampak tak kuasa menahan kesedihan saat lima peti jenazah tiba di gedung gereja.

Baca Juga: Gerak Cepat! Gubernur Yulius Selvanus Instruksikan Bantuan Penuh untuk Korban Banjir Bandang Sitaro

​Menanggapi bencana ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan darurat bagi para korban terdampak di Bumi Karangetang.

​Gubernur Sulawesi Utara melalui perwakilan Dinas Sosial dan BPBD Provinsi telah mengirimkan bantuan berupa:

  • ​Bahan pokok dan logistik makanan siap saji.
  • ​Perlengkapan tidur (kasur dan selimut).
  • ​Santunan duka bagi keluarga korban meninggal dunia.
  • ​Alat pembersih material lumpur untuk membantu proses pemulihan pascabencana.

​"Pemerintah Provinsi menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Tim di lapangan terus berkoordinasi dengan Pemkab Sitaro untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat kepada warga yang terdampak," tulis pernyataan resmi Pemprov Sulut.

​Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan pembersihan sisa-sisa material banjir bandang di beberapa titik pemukiman untuk mengantisipasi adanya banjir susulan mengingat intensitas curah hujan yang masih fluktuatif.

***/Tonny Bela

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X