Hal ini menjadi pesan simbolis yang kuat.
"Ini saya sampaikan sambil makan mie ayam seharga Rp15 ribu. Ini bukan soal harganya, tapi soal kesadaran bahwa hidup ini harus dijalani dengan sederhana. Paling tidak, kita tidak perlu memamerkan kemewahan yang bisa membuat orang lain merasa kecil," tutupnya.
Pernyataan Tumbelaka ini menjadi pengingat bagi seluruh pejabat dan elit politik di Sulawesi Utara dan Indonesia secara keseluruhan untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat, agar stabilitas sosial dan kepercayaan publik tetap terjaga.
Artikel Terkait
Tumpukan Sampah Kembali 'Hiasi' Langowan, Kampung Presiden Prabowo Subianto
Reza Rumambi Kecam Pemasangan Tiang "Ilegal" yang Diduga Milik MyRepublic
Kapolres Talaud dan Ketua Bhayangkari Kunjungi Miangas, Pulau Terdepan Nusantara
Kejutan Manis dari Kodim 1312/Talaud dan Polres Warnai HUT ke-80 TNI AL di Melonguane
Polres Talaud Gelar Gerakan Pangan Murah, Bantu Ringankan Beban Warga di Pulau Terluar NKRI
Bupati Welly Titah 'Gaspol' di Kemenparekraf, Bahas Strategi Jitu Majukan Talaud
Wakil Bupati Talaud, Anisya Gretsya Bambungan Tembus Pulau Terluar, Luncurkan Gerakan Pangan Murah dan Vaksinasi Rabies
"Harga Kebutuhan Pokok 'Terkikis' di Pulau Terluar, Gerakan Pangan Murah Kodim 1312/Tld Jadi Penyelamat Warga Talaud"
Rayakan HUT Ke-80 TNI, Kodim 1312/Talaud Gelar Gerakan Pangan Murah dan Vaksinasi Rabies di Desa Kakorotan
TNI dan Forkopimda Bersatu di Pulau Terluar: Perayaan HUT ke-80 dan Gerakan Pangan Murah di Miangas