Merusak Alam Melawan Kehendak Pencipta.Tokoh Agama Soroti Isu Perubahan Iklim dan Lingkungan

photo author
Bastian Korompot, Sulut Zone
- Minggu, 6 November 2022 | 00:26 WIB
Grand Sheikh Al-Azhar bersama Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus saat memimpin sidang "Dialog Antaragama dan Tantangan Abad Ke-21” di Masjid Istana Sakhir, Manama, Bahrain, Jumat (4/11/2022). (Majelis Hukama Indonesia)
Grand Sheikh Al-Azhar bersama Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus saat memimpin sidang "Dialog Antaragama dan Tantangan Abad Ke-21” di Masjid Istana Sakhir, Manama, Bahrain, Jumat (4/11/2022). (Majelis Hukama Indonesia)

Sulutzone - Para tokoh agama berkumpul di Masjid Istana Sakhir, Manama, Bahrain, pada Jumat 4 November 2022.

Agenda tersebut guna menghadiri sidang tahunan yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) bersama Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus.

Dalam pertemuan Forum "Dialog Antar Agama dan Tantangan Abad Ke-21” ketua MHM yang juga Grand Sheikh Al-Azhar, Ahmad Al-Tayeb, mengajak tokoh agama dunia lebih aktif dalam menyuarakan ancaman perubahan iklim.

Baca Juga: Tak Mau Ambil Resiko, Kepala BPJN Sulut Layangkan Surat Ke Bupati Bolsel

"Kita, para pemuka dan tokoh agama, punya kewajiban untuk menyuarakan hal ini kepada para pemegang kebijakan dan pemilik kekayaan besar," kata Ahmad Al-Tayeb dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu 5 November 2022, dilansir dari Antara News.

Ia menegaskan Islam mengharuskan umatnya untuk menjaga lingkungan hidup, mengembangkan, dan melestarikan sumber dayanya.

Islam melarang aksi menebang pohon dan tumbuh-tumbuhan atau menenggelamkannya ke dalam air untuk tujuan merusak.

Baca Juga: Kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri Tidak Antikritik

Syeikh Al-Tayeb mengingatkan bahwa kerusakan yang terjadi di muka bumi dan sikap sewenang-wenang terhadap sumber daya alam di mana manusia diberi amanat untuk menjaga dan memakmurkannya, adalah sesuatu yang berlawanan dengan kehendak Allah.

Menurut Grand Syeikh, pemegang kebijakan dan pemodal harus berpikir tentang masa depan mereka sebelum masa depan orang lain. Mereka harus berbuat, untuk mengatasi bencana ini.

"Tidak penting bagi kita apakah mereka mau mendengarkan seruan kita atau mau menutup telinga. Jalan yang kita tempuh, sebagai pemeluk agama samawi, adalah jalan Nabi yang mendapat wahyu dari atas langit ketujuh: 'Sesungguhnya kamu hanya bertugas menyampaikan'," kata dia.

Baca Juga: Atlit Karate Bolmut Siap Menuju Porprov 2022, Ini Daftar Atlit dan Official

Sebelumnya, Cendekiawan Muslim Indonesia Quraish Shihab dalam forum tersebut menyoroti isu perubahan iklim

Menurutnya, perubahan iklim merupakan bukti nyata kelemahan manusia untuk mengendalikan naluri konsumtifnya dan kerakusannya pada hal-hal yang bersifat materi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bastian Korompot

Sumber: ANTARA News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X