IRI Indonesia dan Pemprov Papua Barat Satukan Iman, Adat, dan Kebijakan untuk Selamatkan Hutan Papua

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:56 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara IRI Indonesia dan Pemerintah Provinsi Papua Barat tentang Penguatan Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Perlindungan Hutan di Papua Barat, Kamis 13 Agustus 2026. (Foto: IRI Indonesia/Fajar)
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara IRI Indonesia dan Pemerintah Provinsi Papua Barat tentang Penguatan Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Perlindungan Hutan di Papua Barat, Kamis 13 Agustus 2026. (Foto: IRI Indonesia/Fajar)

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup Jumat (14/8/2026) melalui penanaman pohon bersama di Arboretum Halaman Kantor Gubernur Papua Barat. Jika Kamis menjadi momentum menyatukan komitmen melalui peluncuran chapter dan Nota Kesepahaman, Jumat menjadi penanda bahwa komitmen tersebut harus berakar dalam tindakan.

 

Pada akhirnya, “Hutan Suci–Masa Depan Bersama” bukan sekadar tema acara. Ia adalah tawaran cara pandang baru: bahwa menjaga hutan berarti menjaga ruang hidup masyarakat adat, air, pangan, keanekaragaman hayati, kebudayaan, dan masa depan Papua. Dan ketika iman, adat, ilmu pengetahuan, serta kebijakan pemerintah bertemu dalam satu agenda, perlindungan hutan tidak lagi menjadi suara satu kelompok, melainkan tanggung jawab bersama.*

 

Tentang Interfaith Rainforest Initiative (IRI)

 

Interfaith Rainforest Initiative (IRI) adalah forum kolaborasi lintas iman yang mempertemukan pemimpin dan komunitas agama, Masyarakat Adat, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk melindungi hutan hujan tropis dan memperjuangkan keadilan iklim.

 

Di Indonesia, IRI bekerja sebagai gerakan moral non-partisan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan perlindungan hutan, hak Masyarakat Adat, dan kebijakan publik yang berkeadilan. Melalui kampanye publik, dialog lintas iman, kerja tapak di daerah, dan advokasi kebijakan, IRI mendorong perubahan nilai, perilaku, dan kebijakan demi keberlanjutan hutan hujan tropis bagi generasi kini dan mendatang.

 

Kampanye utama IRI Indonesia, “No Forest, No Future”, menegaskan bahwa perlindungan hutan bukan semata isu lingkungan, melainkan tanggung jawab moral dan kemanusiaan bersama.

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X