Ibu-Ibu Warga yang Tinggal di Area Semeru Serukan Ide di Luar Nalar Imbas Bayang-bayang Erupsi, Minta Gunung Ditutup Semen

photo author
admin, Sulut Zone
- Kamis, 22 Januari 2026 | 12:51 WIB
Menyoroti video viral pengakuan warga yang resah lantaran hidup di bawah bayang erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. (Instagram.com/@undercover.id - kehutanan.go.id)
Menyoroti video viral pengakuan warga yang resah lantaran hidup di bawah bayang erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. (Instagram.com/@undercover.id - kehutanan.go.id)

Sulutzone.com - Beredar video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang warga yang mengaku resah lantaran hidup dengan bayang-bayang erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Sebelumnya, pernah terjadi peningkatan aktivitas erupsi disertai awan panas di kawasan Gunung Semeru pada 19 November 2025 lalu.

Akibatnya, warga yang tinggal di dekat zona bahaya ikut terdampak abu vulkanik yang bertebaran dari puncak Gunung Semeru.

Kini, Gimah yang merupakan seorang perempuan paruh baya asal Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, menyampaikan keluh kesahnya tentang peristiwa tersebut.

Terlebih, Gimah menuturkan tentang bayang-bayang erupsi Gunung Semeru yang sewaktu-waktu berpotensi terulang kembali di masa mendatang.

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Kamis, 15 Januari 2026, Gimah menyampaikan keinginannya agar Gunung Semeru 'dipindahkan' demi keselamatan bersama.

"Coba dipindahkan sama bapak itu gunung (Semeru), kemana gitu, biar saya aman di sini," ujar Gimah kepada seorang prajurit TNI.

Warga Lumajang itu menuturkan, peristiwa erupsi kerap terjadi berulang selama 4 tahun sekali di wilayahnya.

"Masa 4 tahun sekali harus begini," ungkap Gimah.

Serukan Ide: Gunung Ditutup dengan Semen

Dalam kesempatan yang sama, Gimah menuturkan sarannya agar para prajurit TNI berkenan menutup sumber api di puncak Semeru itu dengan menggunakan semen.

"Kalau gunungnya bisa ditutup, coba tanya ibu-ibu yang lain, bisa tidak ya, kita tutup," sebutnya.

Gimah lantas berpendapat, agar para tentara bergotong-royong untuk menutup puncak gunung berapi aktif itu dengan menggunakan semen.

Menyadari hal tersebut terbilang mustahil, sang warga lantas menyebut semen yang dikirimkan dari satu Indonesia pun sulit untuk menutup sumber api Gunung Semeru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tria Anggreina Kawulusan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X