Sulutzone.com - Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo yang membuat anak-anak dalam belenggu kemiskinan bisa mendapatkan pendidikan.
Program ini di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) yang erat dengan pemenuhan kesejahteraan rakyat.
Namun, berbeda dari pendataan program bantuan sosial (bansos), Kemensos memiliki metode sendiri untuk mendata anak-anak rentan yang bisa masuk ke Sekolah Rakyat.
Hal tersebut diungkap oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos, Robben Rico dalam forum Jaringan Pemred Promedia (JPP) yang dilaksanakan secara daring pada Selasa, 20 Januari 2026.
Menjangkau Siswa Sekolah Rakyat dengan Verifikasi Data dan Home Visit
Meski kini ada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Rico menyebut bahwa tidak hanya mengandalkan data yang sudah terhimpun.
“Pendekatan kita beda dari yang bansos. Awalnya bergerak dari DTSEN dulu, setelah itu untuk memastikan kami tidak langsung percaya 100 persen pada data, karena pasti ada margin errornya,” ucap Rico.
“Kemudian nanti bukan hanya satu saja. Nanti pendamping PKH, teman-teman dari Pemda juga melakukan penjangkauan dan masing-masing harus ditampilkan profil anaknya untuk diajukan, ditandatangani kepala daerah,” paparnya.
Perjalanan Menjemput Anak Tak Terdata DTSEN
Dalam forum tersebut, Rico juga mengungkapkan bahwa tim Kemensos sempat menemukan bahwa masih ada anak yang tak terdaftar di DTSEN.
Lebih lanjut, ia turut membagikan momen saat menjemput seorang anak bernama Alfiyanur yang tinggal di dalam hutan di Katingan, Kalimantan Tengah.
“Saya penasaran kok aneh ini, ada orang tinggal di hutan sama kakaknya tapi tidak ketahuan,” ujarnya.
“Perjalanan ke sana, naik mobil double cabin itu 25 menit. Jalannya mohon maaf, bukan jalan aspal tapi jalan tanah. Setelah sampai di sana, masih jalan kaki 10 menit untuk sampai ke rumahnya,” paparnya.
Kasus anak yang tak terdata tersebut, kata Rico hanya membutuhkan surat keterangan dari daerah untuk bisa masuk ke Sekolah Rakyat.
Artikel Terkait
Babinsa Bowombaru Serka Sarlis Pontoh Dampingi Pemberian Makanan Bergizi Gratis di SD Inpres Bowombaru Talaud
Wujud Sinergi, PLN UP3 Kotamobagu Meriahkan HUT ke-116 Kota Kotamobagu dengan Prestasi dan Layanan Andal
Butuh Pasokan Listrik Sementara untuk Acara atau Proyek? Pesan lewat PLN Mobile Lebih Mudah dan Aman
Dinkes Manado Siap Resmikan Laboratorium Kesehatan Februari 2026, Cek Lokasinya
Kekayaan Kadis Pariwisata Sulut Kartika Devi Tanos Naik Drastis, Rp575 Juta pada 2026 Kini Lebih Rp23 Miliar
Diduga Sempat Terpeleset di Jalan yang Rusak dan Berlubang, Seorang Kades Sragen Protes ke Pemkab Lewat Aksi Mandi Lumpur
Angin Puting Beliung Terjang Kawasan Pasar di Karanganyar Jateng, Dagangan pada Gerobak Pedagang Ikut Terbang
Lagu Oemar Bakri Bergema di Sidang MK, Uang Pensiun Pejabat DPR Dinilai Ciptakan Ketimpangan Nyata bagi Warga RI
Curhat Terdakwa Kasus Demo Agustus 2025 Rifa Rahnabila usai Dituntut Penjara 1 Tahun Akibat Sebar Momen Unjuk Rasa di Medsos
Warga di Pidie Jaya Aceh Ini Tunjukkan Kondisi Rumah yang Masih Berlumpur Pascabanjir: Belum Sepenuhnya Bersih