Tolak Tambang PT BSI, Ratusan Warga Pesanggaran Gelar Aksi Selamatkan Tumpang Pitu

photo author
David Lombogia, Sulut Zone
- Jumat, 14 November 2025 | 12:46 WIB
Suasana demo tolak tambang (Ist)
Suasana demo tolak tambang (Ist)

SULUTZONE.COM, BANYUWANGI – Gelombang penolakan terhadap aktivitas pertambangan emas PT Bumi Suksesindo (BSI) kembali memanas di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Puluhan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Selamatkan Tumpang Pitu (GRSTP) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di lapangan Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, pada Rabu, 12 November 2025.

Aksi tolak tambang PT BSI ini diwarnai dengan pemasangan spanduk-spanduk provokatif yang menyuarakan kekecewaan rakyat, salah satunya bertuliskan, "Kalian Keruk Gunung, Kami yang Tertimbun Derita! Tumpangpitu Menangis, Rakyat Bangkit.”

Spanduk dan poster yang diangkat massa merupakan representasi kekhawatiran mendalam terhadap dampak ekologis yang ditimbulkan oleh eksploitasi tambang di Gunung Tumpangpitu.

Baca Juga: Polresta Manado Buktikan Pelayanan Prima, Pelaku Pemukulan di Paal Dua Diringkus 

Warga menyoroti kerusakan hutan, berkurangnya sumber air bersih, serta ancaman serius bencana longsor yang kini menghantui kawasan selatan Banyuwangi.

Ketua Aliansi Setia Nawaksara Indonesia, Raden Teguh Firmansyah, yang turut hadir dan memberikan orasi, menyatakan bahwa penderitaan rakyat Pesanggaran sudah cukup berat akibat aktivitas tambang yang dianggap tidak berpihak pada kelestarian alam.

“Kami berdiri di sini bukan untuk melawan pembangunan, tetapi untuk menyelamatkan masa depan Banyuwangi. Gunung Tumpang Pitu bukan hanya tanah, tapi sumber kehidupan bagi ribuan warga. Jika gunung rusak, rakyat yang tertimbun derita,” tegas Raden Teguh Firmansyah di hadapan massa aksi.

Baca Juga: Bupati Welly Titah Kawal Aspirasi Talaud dalam Penyusunan Prolegnas DPD RI di Manado

Ia menyerukan kepada pemerintah daerah maupun pusat untuk segera melakukan peninjauan ulang terhadap izin pertambangan yang telah diberikan kepada PT BSI di wilayah tersebut. Raden Teguh menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus sejalan dengan kelestarian lingkungan.

"Pembangunan ekonomi seharusnya tidak dilakukan dengan mengorbankan lingkungan dan hak hidup masyarakat setempat," lontarnya.

Ingin mendapatkan berita terbaru seputar isu-isu lingkungan, perkembangan ekonomi, dan aksi masyarakat di berbagai daerah? Kunjungi sulutzone.com sekarang juga!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: David Lombogia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X