Arogansi Netanyahu
Serangan 'brutal' dari Iran tampaknya belum cukup untuk meruntuhkan arogansi Netanyahu sebagai perdana menteri Israel.
Sebab, sebenarnya perang bisa dihindari sekiranya Netanyahu bersedia menerima proposal gencatan senjata yang diajukan Presiden AS Joe Biden.
Proposal itu salah satunya dengan mengakhiri perang dan pembebasan sisa sandera Yahudi di Gaza.
Netanyahu bersumpah akan melakukan pembalasan dengan mengatakan Iran telah membuat kesalahan besar dan akan membayar kesalahannya.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menuturkan pihaknya akan membantu sekutunya Israel untuk membalas Iran.
"Kami bangga dengan tindakan yang telah kami ambil bersama Israel, untuk melindungi dan membela Israel," kata Sullivan pada Selasa, 1 Oktober 2024.
"Kami telah menjelaskan bahwa akan ada konsekuensi yang berat atas serang ini, dan kami akan bekerja sama dengan Israel untuk mewujudkannya," tegasnya.
Berkaca dari tanggapan Israel dan AS yang mengklaim akan melakukan aksi balas dendam itu, mari mengintip kekuatan militer Iran dan Israel.
Jumlah Pasukan
Terkait jumlah pasukan militer, Iran mempunyai 610.000 personel aktif, termasuk 350.000 personel di angkatan darat dengan 190.000 personel di Garda Revolusi.
Selain itu, Iran memiliki kekuatan militer di angkatan laut sebanyak 18.000 personel.
Iran juga mempunyai 37.000 personel dan 15.000 personel di pertahanan udara.
Artikel Terkait
Menteri ATR/BPN AHY Berdiskusi Santai Dengan Mahasiswa Indonesia di New York
Kontroversi Diplomatik: Panggilan untuk Pengusiran Diplomat China dari Filipina
Serangan Ukraina di Belgorod: Tragedi Gedung Apartemen Rusia
Hamas Menyikapi Pernyataan Kontroversial Presiden AS Joe Biden
Menteri Agus Harimurti Yudhoyono Berbagi Kisah Keberhasilan Presiden Joko Widodo Dihadapan Bank Dunia
AIDP Diluncurkan pada AHM Meeting ke-16, Perkuat Kesiapsiagaan Pandemi dan Pertahanan Penyakit Menular Melalui Udara
Aruba: Surga Tropis dengan Sejarah Kaya dan Pesona Menakjubkan
Konflik Gaza Meluas: Yerusalem, Tepi Barat, dan Lebanon Terlibat
Skandal Politik: Mantan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, Ditetapkan Tersangka Kasus Penyuapan
Keberhasilan Giant Sea Wall di Jepang Amankan Desa Kecil dari Tsunami