Talaud, Sulutzone.com — Empat orang nelayan yang sempat hanyut selama delapan hari di perairan Sulawesi Utara berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di Perairan Desa Binalang, Kecamatan Tampan Amma, Kabupaten Kepulauan Talaud pada Minggu, (26/7/2026) pagi.
Keempat nelayan tersebut terdampar bersama satu unit perahu jenis pamboat setelah mengalami kerusakan mesin akibat dihantam cuaca buruk di tengah laut.
Empat nelayan bertolak dari Kota Bitung menggunakan perahu pamboat untuk mencari ikan tuna di perairan laut Bitung pada Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 03.00 WITA. Namun, perahu dihantam cuaca buruk dan badai di tengah perairan pada Minggu, 19 Juli 2026 yang mengakibatkan mesin perahu mengalami kerusakan fatal hingga tidak dapat beroperasi.
Nakhoda perahu baru berhasil memperbaiki mesin pada Rabu, 22 Juli 2026 pukul 12.00 WITA. Saat itu, posisi perahu diperkirakan telah hanyut sejauh 250 mil laut dari perairan Kota Bitung menuju arah Kabupaten Kepulauan Talaud. Mengingat kondisi perahu belum stabil, para nelayan berupaya mengarahkan perahu menuju daratan terdekat.
Perahu akhirnya berhasil menepi dan tiba di Perairan Laut Desa Binalang, Kecamatan Tampan Amma, Kabupaten Kepulauan Talaud pada Minggu, 26 Juli 2026 pukul 05.00 WITA. Tiga jam kemudian, yaitu pukul 08.00 WITA, petugas Bhabinkamtibmas dan Kapolsubsektor Tampan Amma menerima laporan dari warga setempat mengenai keberadaan perahu tersebut.
Petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi serta memberikan pertolongan, dan seluruh ABK dinyatakan selamat. Korban pertama bernama Aris Sugadol Hamel, berusia 38 tahun, beragama Islam, belum kawin, dan beralamat di Lingkungan IV, Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung.
Korban kedua adalah Antonyo Dereno, berusia 51 tahun, beragama Kristen Protestan, bertatus kawin, dengan alamat di Desa Wineru, Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.
Korban ketiga adalah Robin Dante, berusia 56 tahun, beragama Kristen, bertatus kawin, beralamat di Lingkungan IV, Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung. Korban keempat yaitu Arthur Pangilawan, berusia 58 tahun, beragama Islam, bertatus kawin, yang beralamat di Kelurahan Aertembaga Satu, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung.
Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material. Pada pukul 12.15 WITA, keempat nelayan didampingi anggota Bhabinkamtibmas telah dipindahkan dari Desa Binalang menuju Desa Tuabatu guna mengantisipasi cuaca buruk atau badai susulan.
Saat ini, seluruh nelayan dalam kondisi sehat dan menumpang sementara di kediaman Keluarga Alfian Panaha - Bambulu di Desa Tuabatu, Kecamatan Tampan Amma, sambil menunggu proses perbaikan perahu pamboat selesai dilakukan.
Artikel Terkait
Selain Kediaman Ortu JA, Kejati Sulut Geledah Kantor Pengelola IT Center Manado : Didapati Dokumen Terkait PT. HWR
Bos IT Center Jemmy Asiku Terseret Kasus Tambang PT HWR, Kejaksaan Katakan Ini
Kontroversi PETI di Minahasa Tenggara: Tambang Ilegal "Ci Dede" Disorot Warga
Babinsa Sertu Samuel bawala Laksanakan kegiatan komsos dan pantau pembangunan rtlh di desa Nunu
Kodim 1312/Talaud evaluasi pelaksanaan karya bakti skala besar, perkuat sinergi untuk pembangunan berkelanjutan di wilayah perbatasan*
Pasar Langowan Siap Sambut Pengucapan Syukur, Harga Terkendali dan Pasokan Melimpah
Tingkatkan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Anggota Satgas Karya Bakti Ikut Ibadah Hari Minggu
Babinsa Desa Bowombaru Serka Sarlis Pontoh Mengikuti Ibadah Sentral di Jemaat Germitha Maranatha Bowombaru Bowombaru, Minggu 26 Juli 2026
Babinsa Koramil 07/Miangas bersama Anggota Satgas Karya bhakti skala besar Ibadah Minggu Bersama di Jemaat Efrata Miangas
Sinergi Kuat Polisi-Warga Kunci Keamanan: Kapolsek Kabaruan Andika Amisi Ungkap Rahasia Wilayah Bebas Kriminalitas