"Dalam RAB memang digali, tapi karena kondisi yang tidak memungkinkan sehingga diletakkan di atas tanah," jelasnya.
Lebih lanjut, Rares juga mengungkapkan bahwa pihak BWS selama ini tidak pernah menggunakan pasir urug dalam pengerjaan jaringan perpipaan, baik untuk air baku maupun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Pernyataan ini kontras dengan standar pengerjaan yang umumnya mencantumkan pasir urug sebagai salah satu komponen untuk melindungi pipa di dalam galian.
Ada dugaan lain yang menguatkan ketidaksesuaian pelaksanaan proyek dengan perencanaan.
Rares menyebutkan bahwa lokasi proyek dipenuhi perkebunan cengkeh, sementara faktanya di lapangan yang terlihat adalah pepohonan aren.
Perbedaan ini mengindikasikan bahwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak pernah melakukan peninjauan langsung di lokasi proyek.
Kondisi proyek yang tidak sesuai dengan RAB dan keluhan warga ini diharapkan segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait agar pasokan air baku untuk masyarakat dapat berjalan optimal dan tahan lama.
Artikel Terkait
Proyek SPAM KSPN Likupang yang Dikerjakan BPP Wilayah Sulut Berbandrol Rp 18 Miliar Diduga Sarat Korupsi
Proyek SPAM Likupang Rp 18 Miliar Diduga Sarat Korupsi, BPP Wilayah Sulut Akui Ada kelalaian
Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, Wakil Bupati Talaud Pimpin Aksi Bersih-bersih Sampah
Ketua Sinode GERMITA Apresiasi FK PKB PGI Gelar Konas di Tomohon, Dorong Peran Kaum Bapa untuk Bangsa
Tingkatkan Daya Saing Global: Nelayan Talaud Dilatih Bikin Perahu Fiberglass dan Olah Ikan Standar Ekspor
Wabup Anisya Bambungan Buka Festival Paduan Suara GERMITA, Tekankan Peran Ibu dan Sinergi Gereja-Pemerintah
Polsek Kabaruan Jaga Stabilitas Harga Lewat Gerakan Pangan Murah
Sangat Lucu! Air dari Proyek SPAM Likupang Tidak Kunjung Mengalir, BPPW Sulut Salahkan BWS
Talaud Kuatkan Toleransi, Wabup Anisya Ajak Lintas Agama Kerja Bakti Bangun Rumah Ibadah
Wabup Anisya Ajak Jemaat GERMITA Jadikan HUT Ke-13 Momentum Perkuat Pelayanan dan Persaudaraan"