Sangat Lucu! Air dari Proyek SPAM Likupang Tidak Kunjung Mengalir, BPPW Sulut Salahkan BWS

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 8 September 2025 | 12:59 WIB
SPAM Likupang (Sulutzone.com)
SPAM Likupang (Sulutzone.com)

MINAHASA UTARA - Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Likupang, Sulawesi Utara, menuai kritik keras. Proyek yang digarap oleh PT. Sabata Karya Kencana ini dianggap gagal memenuhi standar teknis dan berakibat fatal bagi masyarakat, khususnya di Desa Pulisan dan Kinunang, yang hingga kini belum menikmati aliran air bersih.

Sejumlah masalah teknis yang tidak profesional terlihat jelas dalam pengerjaan proyek ini. Unit air baku, yang menjadi sumber utama pasokan, dilaporkan belum siap, sehingga air tidak mengalir lancar ke Water Treatment Plant (WTP). Akibatnya, pasokan air ke masyarakat terhambat.

Selain itu, pemasangan jaringan pipa distribusi juga dikerjakan dengan asal-asalan. Alih-alih ditanam di dalam tanah dengan kedalaman 70-80 cm sesuai aturan, banyak pipa justru hanya diletakkan di dalam saluran drainase. Parahnya, pipa-pipa tersebut kemudian dicor, membuat drainase menjadi dangkal dan berpotensi menyebabkan luapan air.

"Pipa-pipa tersebut hanya di letakan di dalam drinase kemudian di cor kembali sehingga membuat drinase menjadi dangkal yang dapat mengakibatkan luapan air dan nilai drinase sudah tidak sesuai volume awal," ungkap seorang sumber di lokasi.

Baca Juga: Proyek SPAM Likupang Rp 18 Miliar Diduga Sarat Korupsi, BPP Wilayah Sulut Akui Ada kelalaian

Saat dikonfirmasi, PPK BPPW S Cipta Karya, Hario Pamungkas, awalnya mengelak dan menyatakan pipa-pipa itu bukan miliknya. Namun, setelah ditunjukkan bukti foto dan video, ia akhirnya mengakui. Hario berdalih bahwa pemasangan pipa di dalam saluran drainase telah mendapat izin dari pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut.

Kolase Perpipaan SPAM Likupang yang diduga sarat korupsi
Kolase Perpipaan SPAM Likupang yang diduga sarat korupsi (Dede/Sulutzone.com)

"Nanti kami akan periksa, kalau pipa di dalam saluran dan di cor, itu tidak menjadi masalah. Karena kami sudah mendapat Izin dari Pihak BPJN," ujar Hario. Ia juga menyebut pekerjaan ini masih dalam masa pemeliharaan yang akan diperpanjang menjadi satu tahun.

Terlepas dari alasan dan janji perbaikan, kenyataannya masyarakat di Desa Pulisan dan Kinunang masih merasa dirugikan. Mereka mengaku belum pernah merasakan manfaat dari proyek ini sejak selesai dikerjakan.

Baca Juga: Proyek SPAM KSPN Likupang yang Dikerjakan BPP Wilayah Sulut Berbandrol Rp 18 Miliar Diduga Sarat Korupsi

"Sejak selesai kami tidak merasakan fasilitas atau manfaat dari SPAM tersebut. Bahkan jaringan pipa-pipa tersebut belum sampai/belum masuk di desa kami," ungkap seorang warga dengan nada kesal.

Pengakuan ini juga dibenarkan oleh Hario Pamungkas. "Ia, memang Kedua desa tersebut belum mendapat aliran air dikarenakan air baku dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulut belum lancar mengalir ke Water Treatment Plant (WTP). Jadi yang salahkan airnya," ujar Hario.

Proyek yang melibatkan dua perusahaan konsultan pengawas, PT. Manggala Karya Bangun Sarana dan PT. Aras Pasific Internasional, ini diketahui sempat mengalami adendum waktu dan sudah melewati serah terima sementara atau PHO (Provisional Hand Over). Kondisi ini semakin menguatkan dugaan adanya ketidakberesan dalam perencanaan dan pelaksanaan, membuat masyarakat menanti pertanggungjawaban dari semua pihak yang terlibat.

Tim

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X