Kasus KUR Fiktif Berulang di Bank Sumsel Babel, K-MAKI Desak OJK Audit Total: Jangan Jadi 'Sapi Ompong'!

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 1 Desember 2025 | 01:56 WIB

PALEMBANG – Kasus dugaan korupsi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan Pengelolaan Aset Kas Besar di Bank Sumsel Babel (BSB) Kantor Cabang Pembantu Semendo, Muara Enim, kembali memicu sorotan tajam terhadap kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Komunitas Masyarakat Anti Korupsi (K-MAKI) menilai OJK terkesan lemah dan tidak bertindak tegas dalam mengawasi bank pelat merah.

Deputy K-MAKI, Ir. Feri Kurniawan, saat diwawancarai dalam program AYOTalk Weekend, menyayangkan sikap OJK yang dianggap membiarkan kejahatan perbankan terus terjadi secara berulang.

"Kasus penyimpangan kredit yang dilakukan Bank Sumsel Babel ini bukan sekali dua kali. Ada juga penyimpangan bank plat merah lain yang angkanya fantastis, tapi OJK terkesan hanya diam," ungkap Feri Kurniawan.

Baca Juga: PETI Sungai Paret Boltim Kembali Marak, Kapolres Tegaskan Perintah Kapolda: Tangkap Pelaku yang Bermain Tambang Ilegal!

Penyimpangan Berulang, OJK Dinilai Abai

Feri menuturkan, kasus penyelewengan kredit, khususnya KUR, yang melibatkan unsur pimpinan Bank Sumsel Babel ini telah menjadi agenda tahunan. Ia menilai, tidak adanya tindakan dan evaluasi mendalam dari OJK membuat oknum-oknum di perbankan merasa aman.

“Ini kejahatan perbankan luar biasa dan bukan hanya sekali. Saya tidak melihat ada tindakan dari OJK,” tegasnya.

Data menunjukkan tren yang mengkhawatirkan:

  • Tahun 2024: BSB terjerat kasus KUR fiktif dengan kerugian negara mencapai Rp20,2 miliar.

  • Tahun Ini: Kasus serupa kembali terjadi, dengan estimasi kerugian mencapai Rp12,21 miliar.

 Baca Juga: Diskusi Publik INDEF : “Menakar Potensi Danantara sebagai Katalis Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia”

Desakan Audit Total: OJK Regional 7 Dikritik Keras

K-MAKI menilai, OJK Regional 7 yang membawahi wilayah tersebut seolah menganggap kasus-kasus ini sebagai sesuatu yang wajar, sehingga penyimpangan terus muncul setiap tahun.

"OJK Regional 7 ini seakan menganggapnya tidak ada apa-apa, makanya kasus ini terus muncul setiap tahun. Tahun ini saja ada dua kasus penyaluran kredit yang melibatkan bank plat merah dengan angka diatas Rp1 triliun," ungkap Feri, merujuk pada kasus-kasus bank pelat merah lainnya.

K-MAKI mendesak OJK untuk segera melakukan audit total dan investigasi menyeluruh terhadap mekanisme pengawasan internal dan penyaluran kredit di Bank Sumsel Babel dan bank pelat merah lainnya. K-MAKI khawatir, tanpa tindakan tegas, OJK hanya akan menjadi "Sapi Ompong" yang tidak berdaya menegakkan integritas sektor jasa keuangan.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X