Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan jaringan transmisi sepanjang 47.758 kilometer sirkuit (kms) dan gardu induk dengan kapasitas total 107.950 megavolt ampere (MVA) guna memperkuat infrastruktur kelistrikan nasional.
“Dengan perluasan jaringan transmisi yang lebih kuat dan modern, setiap tambahan kapasitas pembangkit akan tersalurkan lebih efektif,” jelasnya.
Implementasi RUPTL 2025–2034 juga akan memberikan dampak ekonomi luas, antara lain melalui penciptaan lebih dari 1,7 juta lapangan kerja baru. Hal ini menegaskan bahwa penguatan infrastruktur ketenagalistrikan memiliki peran penting dalam mendorong transformasi ekonomi dan energi nasional.
“Dengan mandat besar dalam RUPTL, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar Indonesia dapat bergerak menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutup Rizal.
***
Artikel Terkait
Target 52,9 GW EBT di RUPTL: PLN Tawarkan Unit Karbon dan REC untuk Akselerasi NZE Pelanggan
Mengingat Kembali Visi Misi Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay Setelah 9 Bulan Memimpin Sulawesi Utara
Dorong Pengembangan Pariwisata, KAGAMA Manado Usulkan UGM Undang Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus
Rilis KPK : Kerugian Negara Dalam Perkara ASDP
Kemendagri dan BNPB Siagakan Posko Nasional di Tapanuli Utara Pasca Banjir dan Longsor
Musik, Gerak, dan Jahe Merah: Anti Angin Angin Club Fest Siap Hangatkan Kendal dan Subang!
Aniaya Pria di Pesta Miras, Empat Pelaku Ditangkap Resmob Polresta Manado, Sulawesi Utara
MENGHERANKAN! Meski Dibangun di Area Terpadat, Tol di Sulawesi Utara Ini Disebut Tol 'Tersepi' dan Rugi Hingga Rp300 Miliar
Ahmad Ali: Kantor PSI Sulawesi Utara Harus Jadi Rumah Aspirasi, Bukan Sekadar Urusan Internal
Menguak Kekuatan Tersembunyi: 5 Sektor Ekonomi Sulut Paling Cepat Tumbuh 2025, Siapa Jadi Juaranya?