MENGHERANKAN! Meski Dibangun di Area Terpadat, Tol di Sulawesi Utara Ini Disebut Tol 'Tersepi' dan Rugi Hingga Rp300 Miliar

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Kamis, 27 November 2025 | 12:16 WIB
Tol Manado Bitung (Istimewa)
Tol Manado Bitung (Istimewa)

SULUTZONE.COM – Sebuah ironi besar menyelimuti proyek infrastruktur megah di Sulawesi Utara.

Jalan Tol ManadoBitung, yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian dan konektivitas utama, justru mendapat predikat sebagai salah satu jalan tol tersepi di Indonesia, bahkan disebut merugi hingga mencapai Rp300 Miliar.

Padahal, jalan tol ini dibangun melintasi kawasan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Sulawesi Utara, yakni Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara, area yang juga memiliki Upah Minimum Kota (UMK) yang terbilang tinggi, mencapai sekitar Rp3,8 juta.

Kepala Divisi Operasi Jasa Marga, Taufiq Hidayat, mengungkapkan data mengejutkan ini.

Meskipun melayani rute vital antara ibu kota provinsi dan pelabuhan internasional Bitung, volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) di Tol Manado–Bitung jauh di bawah ekspektasi awal.

Sejak diresmikan secara penuh pada tahun 2022, kinerja tol sepanjang 39,9 kilometer ini belum menunjukkan grafik yang memuaskan.

“Kami mendapati bahwa Tol Manado–Bitung merupakan tol tersepi di wilayah Indonesia Timur. Tingkat kerugian operasionalnya sudah mencapai sekitar Rp300 Miliar,” ungkap Taufiq, mengutip sumber yang diterima sulutzone.com.

Baca Juga: Mengingat Kembali Visi Misi Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay Setelah 9 Bulan Memimpin Sulawesi Utara

Mengapa Bisa Terjadi?

Fenomena "tol sepi" ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat dan pemangku kebijakan di Sulut. Beberapa faktor disinyalir menjadi penyebab utama minimnya minat pengguna:

 * Ketersediaan Jalan Alternatif: Masyarakat di Manado, Minahasa Utara, dan Bitung memiliki banyak pilihan jalan arteri non-tol yang kondisinya cukup baik dan tentunya tidak dikenakan biaya.

 * Tarif Tol yang Dianggap Mahal: Bagi sebagian besar pengguna lokal, tarif tol dinilai memberatkan, terutama untuk perjalanan harian komuter.

 * Belum Maksimalnya Aktivitas Pelabuhan Bitung: Volume barang dari dan menuju Pelabuhan Internasional Bitung, yang seharusnya menjadi penyumbang terbesar trafik logistik, belum mencapai titik optimal.

Baca Juga: Target 52,9 GW EBT di RUPTL: PLN Tawarkan Unit Karbon dan REC untuk Akselerasi NZE Pelanggan

Mendorong Pemanfaatan Lokal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: Ayo Bandung

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X