Brasil – PT PLN (Persero) menawarkan solusi dekarbonisasi terpadu bagi pelaku usaha melalui produk green attributes, sejalan dengan target ambisius penambahan kapasitas Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, mengungkapkan bahwa RUPTL terbaru menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 Gigawatt (GW), di mana 76% atau 52,9 GW berasal dari EBT dan storage.
Penambahan aset ini diperkirakan menghasilkan lebih dari 1.000 terawatt-jam listrik hijau selama sepuluh tahun ke depan, membuka peluang besar bagi ekonomi hijau.
"PLN telah berkomitmen mencapai Net Zero Emissions pada 2060, dan kami ingin menjadi pemimpin global dengan menyediakan pasokan energi hijau yang melimpah serta berbagai fasilitas pendukung target keberlanjutan yang dibutuhkan pelanggan," kata Evy Haryadi dalam keterangannya di COP30, Belém, Brasil, Kamis (13/11).
Baca Juga: PLN Gandeng Norwegia dan Jepang di COP30: Akselerasi Pasar Karbon Pasal 6 Paris Agreement
Dua Produk Utama untuk Dekarbonisasi Industri
Untuk mendukung dekarbonisasi perusahaan, PLN menawarkan dua produk utama berbasis green attributes:
-
Unit Karbon: Memungkinkan perusahaan mengimbangi emisi gas rumah kaca mereka melalui proyek pengurang emisi menggunakan skema sertifikasi domestik dan internasional yang kredibel.
-
Green Energy as a Service: Meliputi Renewable Energy Certificate (REC) dan Dedicated Green Energy Sources, yang memberikan akses langsung dan stabil ke listrik bersih.
Evy Haryadi menekankan pentingnya REC sebagai instrumen transparansi. "REC membantu pelaku usaha memiliki pengakuan resmi dan transparan bahwa listrik yang digunakan berasal dari energi baru terbarukan. Instrumen ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas kepatuhan, tetapi juga membuka peluang percepatan dekarbonisasi di berbagai sektor industri,” jelasnya.
PLN mengajak investor dan mitra teknologi untuk mendukung percepatan realisasi proyek-proyek strategis guna mentransformasi sektor ketenagalistrikan Indonesia menuju ekosistem energi yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing internasional.
Artikel Terkait
Wujud Kepedulian Sosial: YBM PLN Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran, Ponpes Tahfidz Dhuafa, dan Komunitas Bentor di Gorontalo
PLN Perluas Kolaborasi Perkuat Ketahanan Energi di Ajang Electricity Connect 2025
Dispar Manado Gencarkan Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata, Fokus Pada Waiter/Waitress
Perokris PLN Suluttenggo Berbagi Kasih 100 Paket Natura kepada Petugas Kebersihan Seputaran Kota Manado
Di Tengah Kemeriahan HUT PGRI, Wakapolres Talaud, Kompol Kretsman Mulalinda: Dedikasi Guru Adalah Kunci Masa Depan Negara
Hadirkan Keajaiban Desember dalam Satu Rangkaian Perayaan di Festive with ARYADUTA Manado
Hadirkan Manfaat Nyata bagi Warga Binaan melalui Program Nusakambangan Berdaya, PLN Peroleh Apresiasi dari Kementerian Imipas
Dana Bagi Hasil (DBH) Sulawesi Utara Anjlok Drastis pada 2026
Pertamina Eco RunFest 2025, Salurkan Bantuan untuk Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah Senilai Rp 6,5 Miliar
PLN Gandeng Norwegia dan Jepang di COP30: Akselerasi Pasar Karbon Pasal 6 Paris Agreement