SULUTZONE - Bentrok antara petani Kalasey Dua Minahasa dan Aparat Polisi mengakibatkan jatuh korban luka-luka terhadap warga.
Informasi yang dirangkum media ini, mahasiswa dan warga Desa yang lari masuk hutan belum bisa terkonfirmasi.
Namun, warga, petani dan mahasiswa yang ditahan di Mapolresta Manado telah dibebaskan kemarin malam.
Baca Juga: Petani Kalasey Dua Minahasa Berjuang! LBH Manado: Warga yang Lari ke Hutan Belum Terkonfirmasi
Pasca bentrok, pihak LBH Manado melalui Frank T Kahiking mengungkapkan bahwa saat ini ibu-ibu yang melihat dan terlibat dalam bentrok dengan aparat Polisi mengalami trauma.
"Kondisi warga Desa saat ini khususnya ibu-ibu mengalami trauma yang tentunya harus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak," ucap Kahiking.
Informasi yang kami dapatkan, saat ini aparat Polisi dalam jumlah banyak telah berada di lokasi bentrok kemarin.
Baca Juga: Mahasiswa Asal Universitas ini Turun Aksi Bersama Petani Kalasey Dua Minahasa Bela Hak Atas Lahan Diduga MilikBaca Juga: Mahasiswa Asal Universitas ini Turun Aksi Bersama Petani Kalasey Dua Minahasa Bela Hak Atas Lahan Diduga Milik
Diketahui, perjuangan petani di Desa Kalasey Dua Minahasa yaitu mempertahankan hak tanah yang diduga milik petani sejak lama. (***)
Berikut ini tuntutan masyarakat petani di Desa Kalasey Dua Minahasa.
Kami menuntut:
1. Hentikan Penggusuran Paksa di Desa Kalasey Dua, Minahasa;
2. Tarik Aparat Polisi dan hentikan intimidasi kepada petani, mahasiswa, dan pendamping hukum;
3. Bebaskan petani, mahasiswa dan PBH LBH Manado yang ditangkap dan dibawa ke Polresta Manado