Resmi Dibuka di Sulut, World Coconut Day 2026 Jadi Ajang Hilirisasi dan Kerja Sama 21 Delegasi Negara

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Jumat, 9 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Sulutzone.com — Sulawesi Utara kembali mempertegas posisinya sebagai sentra komoditas kelapa dunia. Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, secara resmi membuka gelaran World Coconut Day 2026 di Courtyard by Marriott Manado, Sulawesi Utara, pada Kamis (8/10/2026).

Dalam peresmian tersebut, Menko Pangan didampingi langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, S.E., bersama Ketua TP-PKK Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus. Acara berskala global hasil kerja sama International Coconut Community (ICC) dan Pemprov Sulut ini berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 dengan dihadiri 21 delegasi negara.

Mengusung tema "Kelapa di Tengah Ketidakpastian: Menjamin Ketahanan Pangan, Energi, dan Mata Pencaharian", konferensi ini menjadi sarana krusial dalam menjawab tantangan rantai pasok dan produktivitas kelapa global.

"Komunitas kelapa ini produk unggulan yang dicari banyak negara. Sekarang sudah mahal kalau kelapa bulat," ujar Zulkifli Hasan saat menyampaikan arahannya.

Dorong Peremajaan Masif dan Alih Teknologi Pembibitan

Zulkifli Hasan menyoroti fakta bahwa sebagian besar tegakan kelapa di Indonesia saat ini sudah berusia tua. Oleh sebab itu, program rejuvenasi atau peremajaan tanaman kelapa harus digenjot secara nasional.

Selain peremajaan, Presiden RI menaruh perhatian tinggi agar kelapa tidak sekadar dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan melalui proses hilirisasi industri untuk memberikan economic value yang jauh lebih tinggi.

"Presiden sangat mendorong tanaman kelapa dilakukan hilirisasi supaya ada nilai tambah ekonomi. Kalau ada negara delegasi yang punya teknologi bibit kelapa unggul, boleh lah dibagikan kepada kami untuk dikembangkan," imbau Menko Pangan.

Panggung Investasi dan Pembinaan Pelaku Usaha Lokal

Sementara itu, Ketua Panitia World Coconut Day 2026, Dr. Jemmy Ringkuangan, menegaskan bahwa momentum forum internasional ini memberi dampak positif langsung bagi ekosistem bisnis olahan kelapa di Sulawesi Utara.

"Para pelaku usaha dapat menunjukkan hasil usaha dan produk turunannya langsung di hadapan para delegasi negara yang hadir dalam konferensi World Coconut Day kali ini," tutur Jemmy.

Rangkaian acara ini turut dimeriahkan dengan pameran teknologi dan mesin pengolahan global, forum kemitraan bisnis (business-to-business / B2B), pelatihan kapasitas petani dan UKM, hingga kegiatan seni seperti Kompetisi Paduan Suara Internasional.

Ringkasan Agenda World Coconut Day 2026 Manado

Parameter Kegiatan Detail & Keterangan
Penyelenggara

International Coconut Community (ICC) & Pemprov Sulut

Waktu & Lokasi

7–10 Oktober 2026 di Courtyard by Marriott Manado

Partisipan

21 Delegasi Negara Anggota ICC & Pelaku Usaha

Fokus Utama

Hilirisasi Industri, Peremajaan Tanaman, & Ketahanan Energi/Pangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dari Literasi, Sulawesi Utara Menyiapkan Masa Depan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:04 WIB
X