MANADO, SULUTZONE — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) meminta warga Kota Manado dan sekitarnya untuk tetap tenang serta tidak melakukan aksi panic buying terkait antrean pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU belakangan ini.
Pemprov memastikan kuota dan ketersediaan stok BBM, khususnya jenis Pertalite dan Biosolar, dalam kondisi aman.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sulut, Reza Dotulong, usai melakukan koordinasi intensif bersama pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Reza membeberkan bahwa hingga September 2026, realisasi penyaluran Pertalite di Sulawesi Utara baru mencapai kisaran 74 persen dari total kuota yang dialokasikan. Angka ini menandakan bahwa pasokan Pertalite masih sangat mencukupi hingga akhir tahun. Sementara itu, untuk Biosolar, realisasinya tercatat berada di angka 77,4 persen.
Penyebab Antrean dan Langkah Mengatasinya
Menurut Reza, fenomena antrean panjang di beberapa titik SPBU di Kota Manado belakangan ini bukan disebabkan oleh kelangkaan atau habisnya stok BBM di pasaran, melainkan karena adanya keterlambatan pengiriman secara nasional. Saat ini, kapasitas armada pengiriman berada di tingkat 85 persen dari kondisi normal.
"Stok kita aman, kuota kita juga sangat aman. Masyarakat tidak perlu panik dan jangan melakukan pengisian berulang kali. Untuk kendaraan pribadi, isilah sesuai kebutuhan harian saja," tegas Reza.
Untuk mengurai antrean dan memperlancar arus lalu lintas di sekitar lokasi SPBU, Pemprov Sulut bersama Pertamina tengah mengkaji beberapa opsi strategis, antara lain:
Penerapan opsi sistem ganjil-genap untuk pengisian BBM tertentu.
Pengaturan jadwal operasional pengisian BBM khusus pada malam hari.
Optimalisasi sistem antrean digital (MyPertamina).
Penambahan jam operasional SPBU hingga 24 jam serta penambahan armada truk tangki pengangkut BBM.
Pengawasan Ketat dan Sanksi Bagi SPBU Nakal
Pemerintah Daerah bersama aparat penegak hukum dari Polresta Manado dan Polda Sulut juga mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan secara berkala. Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran serta mencegah tindakan penimbunan atau spekulasi oleh pihak tak bertanggung jawab.
Reza menegaskan bahwa Pemprov Sulut tidak akan segan meminta Pertamina untuk menindak tegas dan mengevaluasi izin operasional SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran dalam distribusi BBM.
"Pengawasan dilakukan secara ketat minute by minute. Selain BBM, kami juga memantau ketersediaan LPG agar seluruh kebutuhan energi masyarakat di Sulawesi Utara tetap aman dan terpenuhi," pungkasi Reza. (*)
Artikel Terkait
Satgas TMMD ke-130 Koramil Lirung Laksanakan Pengumpulan dan Pengangkatan Material Lokal untuk Pembangunan RTLH di Kelurahan Lirung 1
Koramil 01/Kabaruan Bersama POSAD PAM PUTER dan Masyarakat Laksanakan Penggalian Lubang Pondasi Tower
Satgas TMMD ke-130 Bersama Masyarakat Gali Lubang Sirkulasi Air Sumur Bor di Desa Mangaran
Operasi Gabungan di TNBNW: Tim Razia Dua Lokasi Tambang Ilegal dan Hancurkan Peralatan
RUPSLB Tetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN