sulut

Gerindra Membawa Warna Baru di Sulut, Jhonly Kaletuang : Perayaan Peristiwa Merah Putih Jadi Bukti

Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:51 WIB
Istimewa

MANADO, SULUTZONE.COM – Suasana khidmat dan patriotik menyelimuti Lapangan KONI Sario, Manado, pada Sabtu pagi (14/02/2026). Ribuan peserta mengikuti Upacara Peringatan Peristiwa Merah Putih 14 Februari yang ke-80 dengan tema besar: "Bhakti Kami Demi Pertiwi, dari Sulut untuk Nusantara".
​Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa angka 80 tahun bukan sekadar peringatan rutin, melainkan simbol ketangguhan "Bumi Nyiur Melambai" dalam menjaga kemerdekaan.

​Dukungan Tokoh Pemuda: Gerindra Bawa Warna Baru

​Perayaan tahun ini mendapat apresiasi khusus dari tokoh pemuda Nusa Utara, Jhonly Kaletuang. Ia menilai kepemimpinan saat ini memberikan dampak nyata yang berbeda bagi masyarakat Sulawesi Utara.

​"Perayaan Peristiwa Merah Putih kali ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan Gubernur Sulut Yulius Selvanus, yang juga adalah Ketua DPD Gerindra Sulut, benar-benar membuktikan perbedaan dengan para pemimpin sebelumnya," ujar Jhonly.

​Ia menambahkan bahwa arah kebijakan dan semangat yang dibawa saat ini memberikan optimisme baru.

"Gerindra membawa warna baru di Sulawesi Utara. Perayaan Peristiwa Merah Putih Mejadi Bukti Nyata," pungkasnya.

​Mengenang Heroisme Tangsi Teling

​Dalam sambutannya, Gubernur Yulius membawa hadirin bernostalgia pada peristiwa delapan dekade silam di Tangsi Militer Teling. Ia secara khusus menyebutkan nama-nama pahlawan seperti Letkol Charles Choesj Taulu, Sersan Servius Dumais Wuisan, Kopral Mambi Runtukahu, dan Bernard Wilhelm Lapian.

​"Mereka menjawab provokasi NICA dengan tindakan nyata: menyerbu markas musuh, menurunkan bendera penjajah, merobek warna birunya, dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih," ujar Gubernur.

Ia menyebut aksi heroik tersebut sebagai "proklamasi kedua" bagi masyarakat Sulawesi Utara.

​Tiga Instruksi Strategis Gubernur

​Menghadapi tantangan dunia modern, Gubernur Yulius mengeluarkan tiga instruksi penting bagi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat:

​Perkuat Literasi Sejarah: Agar bangsa tetap memiliki akar yang kuat dan tidak mudah tumbang oleh arus global.

​Perkokoh Sinergi: Menghapus ego sektoral antara Pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat demi memajukan daerah.

Halaman:

Tags

Terkini