Menilik Strategi Daihatsu Merangkul Konsumen "Budget" di Bawah Rp300 Juta

photo author
Ryan Mandey, Sulut Zone
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:38 WIB
Daihatsu memperkokoh posisinya sebagai pemimpin pasar kendaraan di bawah Rp300 juta. Model seperti Sigra dan Gran Max tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia yang mengutamakan nilai manfaat dan efisiensi biaya. (Foto: Istimewa)
Daihatsu memperkokoh posisinya sebagai pemimpin pasar kendaraan di bawah Rp300 juta. Model seperti Sigra dan Gran Max tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia yang mengutamakan nilai manfaat dan efisiensi biaya. (Foto: Istimewa)

SULUTZONE.COM – Di tengah gempuran teknologi mobil listrik dan fitur mewah yang ditawarkan pabrikan global, mayoritas masyarakat Indonesia ternyata masih setia pada satu prinsip dasar: fungsionalitas dengan harga yang masuk akal. Daihatsu membuktikan hal ini dengan memperkokoh posisinya sebagai "penguasa" di segmen harga di bawah Rp300 juta, sebuah ceruk pasar paling gemuk sekaligus paling kompetitif di tanah air.

 

Dominasi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data terbaru, lini produk Daihatsu seperti Sigra, Gran Max, dan Terios terus menjadi tulang punggung penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa psikologi konsumen Indonesia masih sangat berorientasi pada nilai manfaat (value for money) dibandingkan sekadar gengsi teknologi tinggi yang sering kali mendongkrak harga melampaui kemampuan finansial rata-rata.

 

Mengutip laporan dari Oto Detik, Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), menjelaskan bahwa fokus perusahaan memang tertuju pada segmen tersebut. Ia menekankan bahwa hampir semua model yang mereka tawarkan berada di rentang harga yang terjangkau bagi mayoritas pembeli mobil pertama.

 

"Target market kita memang di bawah Rp300 juta dan itu adalah market terbesar di Indonesia," ungkap Sri Agung kepada media setempat. Pernyataan ini menegaskan bahwa strategi Daihatsu adalah bermain di "kolam" yang tepat, di mana permintaan pasar tetap stabil meskipun kondisi ekonomi fluktuatif.

 

Analis industri melihat tren ini sebagai bukti bahwa keterjangkauan adalah kunci ketahanan pasar otomotif nasional. Saat merek lain mulai bergeser ke segmen premium atau SUV mahal, Daihatsu justru memperkuat fondasi di kelas entry-level. Dampaknya, mobilitas masyarakat di daerah pinggiran hingga pelaku UMKM tetap terjaga berkat ketersediaan unit yang ramah di kantong.

 

Lebih lanjut, keberhasilan ini juga didukung oleh ekosistem purna jual yang luas. Bagi konsumen di segmen bawah Rp300 juta, biaya perawatan dan kemudahan mencari suku cadang adalah faktor penentu kedua setelah harga beli. Daihatsu berhasil mengamankan kedua aspek ini dengan sangat baik selama bertahun-tahun.

 

Keberhasilan Daihatsu mempertahankan predikat "raja" mobil terjangkau menjadi pengingat bagi industri bahwa inovasi tidak selalu harus berarti mahal. Di Indonesia, inovasi yang paling dicari adalah bagaimana menghadirkan kendaraan yang andal, efisien secara operasional, dan tetap terjangkau bagi dompet keluarga muda maupun pengusaha kecil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X