Pangkas Antrean dan Calo, Skema QRIS Jadikan Bayar Pajak Kendaraan Lebih Transparan

photo author
Ryan Mandey, Sulut Zone
- Rabu, 25 Februari 2026 | 12:38 WIB
Era antrean panjang di loket pembayaran, seperti yang digambarkan AI ini, perlahan bergeser. Adopsi QRIS oleh Samsat menjanjikan pengalaman bayar pajak yang jauh lebih cepat dan efisien. (Foto: AI / Ryan Mandey)
Era antrean panjang di loket pembayaran, seperti yang digambarkan AI ini, perlahan bergeser. Adopsi QRIS oleh Samsat menjanjikan pengalaman bayar pajak yang jauh lebih cepat dan efisien. (Foto: AI / Ryan Mandey)

SULUTZONE.COM – Era membawa berlembar-lembar uang tunai ke kantor Samsat mulai memasuki masa pensiun. Bayangkan, Anda hanya perlu membawa ponsel, memindai kode QR, dan dalam hitungan detik, kewajiban pajak kendaraan tuntas tanpa perlu pusing mencari kembalian atau khawatir soal keamanan uang tunai di saku. Langkah digitalisasi ini bukan sekadar tren, melainkan standar baru dalam pelayanan publik yang lebih manusiawi.

 

Transformasi digital di sektor publik kembali mencatatkan langkah besar melalui integrasi sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk pajak kendaraan bermotor. Kebijakan ini diambil untuk menjawab keluhan klasik wajib pajak yang kerap merasa tidak praktis harus membawa uang dalam jumlah besar saat mendatangi gerai Samsat atau lokasi layanan keliling.

 

Mengutip laporan dari Detik Oto, kemudahan ini bertujuan untuk menyederhanakan birokrasi dan meminimalisir interaksi fisik yang berisiko. Pihak otoritas terkait menekankan bahwa penggunaan QRIS akan memastikan setiap rupiah yang dibayarkan langsung tercatat dalam sistem negara secara real-time. "Bayar pajak kendaraan kini tidak perlu lagi membawa uang tunai (cash), cukup menggunakan QRIS," ungkap keterangan resmi dalam sumber tersebut.

 

Langkah digitalisasi ini terasa sangat relevan dengan gaya hidup masyarakat Manado yang kian akrab dengan transaksi nontunai, penerapan QRIS ini memiliki potensi besar untuk mengubah wajah pelayanan Samsat di Manado. Sebagai kota yang masyarakatnya semakin melek digital—terlihat dari masifnya penggunaan QRIS di sebagian besar pusat perbelanjaan—adaptasi serupa di sektor pajak akan sangat disambut baik. Warga Manado yang memiliki mobilitas tinggi kini bisa menyelesaikan urusan administratif sambil menyeruput kopi, tanpa harus antre lama di depan loket pembayaran tunai.

 

Lebih dari sekadar kemudahan, sistem ini juga menjadi "senjata" ampuh untuk menutup celah praktik pungutan liar atau kehadiran calo. Dengan skema cashless, transparansi menjadi jaminan utama karena nominal yang muncul di layar ponsel akan presisi hingga digit terakhir. Ini adalah langkah konkret dalam membangun ekosistem Smart City yang bersih dan efisien.

 

Tren ini juga mencerminkan pergeseran gaya hidup masyarakat pascapandemi yang lebih nyaman dengan transaksi nirkontak. Ke depan, diharapkan seluruh gerai Samsat, baik di pusat kota maupun wilayah penyangga di Sulawesi Utara, dapat mengadopsi infrastruktur digital ini secara merata untuk menjangkau pemilik kendaraan yang lebih luas.

 

Digitalisasi pembayaran pajak melalui QRIS adalah kemenangan bagi efisiensi waktu warga. Meski saat ini kebijakan pembayaran pajak kendaraan via QRIS baru mulai diimplementasikan secara resmi di wilayah DKI Jakarta, langkah ini menjadi cetak biru (blueprint) yang sangat dinantikan kehadirannya di Manado.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X