Talaud, sulutzone.com — Danpos AD Marampit Satgas Pamputer RI–Filipina, Kapten Chk Bagusde Putu Agung Satyamanda V.K., S.T.Han., S.H., menghadiri kegiatan perpisahan Ibu Yuliana, S.Pd., Gr., yang telah mengabdi selama sembilan tahun sebagai tenaga pendidik di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) Kecamatan Nanusa pada Kamis, 12/2/2026)
Kegiatan yang berlangsung di aula SD–SMP Satu Atap Negeri 1 Nanusa tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Wemprit Pangellu, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa keberadaan tenaga pendidik di wilayah perbatasan merupakan kebutuhan mendasar dalam membentuk karakter, menanamkan kedisiplinan, serta membangun fondasi masa depan generasi muda. Ia menegaskan bahwa memperoleh tenaga pendidik yang bersedia mengabdi di daerah 3T bukanlah hal yang mudah, sehingga setiap bentuk pengabdian layak mendapatkan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya.
Dalam sambutannya, Ibu Yuliana menceritakan perjalanan pengabdiannya selama sembilan tahun bertugas di wilayah perbatasan dengan berbagai keterbatasan sarana dan akses. Namun, dengan semangat pengabdian, ia tetap berkomitmen menjalankan tugas sebagai pendidik dengan sepenuh hati. Ia juga menyampaikan bahwa pengabdiannya akan dilanjutkan di Kalimantan Utara sebagai wujud komitmen terhadap dunia pendidikan di wilayah Indonesia lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Danpos AD Marampit, Kapten Chk Bagusde Putu Agung Satyamanda V.K., S.T.Han., S.H., menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah diberikan.
“Guru di wilayah perbatasan tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai penanam nilai, pembentuk karakter, dan penjaga masa depan bangsa. Pengabdian di daerah 3T memerlukan keteguhan hati, integritas, serta semangat kebangsaan yang kuat. Kami menghormati perjuangan Ibu Yuliana dan berharap semangat pengabdiannya menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Dansatgas Pamputer Dim 1312/Tld, Letkol Arh Yanuar Yudistira, S.T., agar seluruh jajaran Satgas senantiasa hadir mendukung dunia pendidikan sebagai bagian dari pembinaan teritorial dan penguatan ketahanan wilayah di perbatasan.
Di wilayah perbatasan, guru bukan sekadar pendidik. Mereka adalah cahaya yang terus menyala di ujung negeri, menuntun langkah generasi penerus menuju masa depan Indonesia yang berdaya saing dan bermartabat.
Artikel Terkait
Lebih Penting dari "Valentine Day", Alasan Gubernur Sulut Instruksikan Pengibaran Bendera Satu Tiang Penuh pada 14 Februari 2026
Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Babinsa Koramil 1312-02/Lirung, Serka Hudson Laberu Bantu Warga Tani Panen Padi Ladang.
Babinsa Koramil 1312-05/Essang, Sertu Hermanus Tahe Gelar Kegiatan TNI-Sahabat Pelajar di SMA negeri 1 gemeh Talaud di bambung
Saga Liga Super Tamat! Real Madrid Akhirnya "Berdamai" dengan UEFA
Sabtu YSK Gelar Peringatan Peristiwa Merah Putih, Dedy Manlesu: Peristiwa Heroik Tersebut Kini Mendapatkan Tempatnya
Tak Hanya Tangguh di Tanjakan, Ini Senjata Rahasia Suzuki Fronx yang Diminati Konsumen Manado
Drama Penalti: Lazio Kunci Tiket Semifinal Coppa Italia
Ramadan di Depan Mata, Polres Talaud "Upgrade" Mental Lewat Tausiyah Ustadz Muhammad Sodiq
Bukan Sekadar Lelah Biasa, Bisa Jadi Sel Kekurangan Mineral Penting
Perkuat Benteng Alam, Sinergi TNI-Polri Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bersama Warga Tanam Mangrove Cegah Abrasi