Peringati 80 Tahun Peristiwa Merah Putih, Gubernur Yulius Selvanus: Sulut Adalah Garda Terdepan NKRI

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:43 WIB
Istimewa
Istimewa

MANADO, SULUTZONE.COM – Suasana khidmat dan patriotik menyelimuti Lapangan KONI Sario, Manado, pada Sabtu pagi (14/02/2026). Ribuan peserta mengikuti Upacara Peringatan Peristiwa Merah Putih 14 Februari yang ke-80 dengan tema besar: "Bhakti Kami Demi Pertiwi, dari Sulut untuk Nusantara".​

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa angka 80 tahun bukan sekadar peringatan rutin, melainkan simbol ketangguhan "Bumi Nyiur Melambai" dalam menjaga kemerdekaan.

​Mengenang Heroisme Tangsi Teling
​Dalam sambutannya, Gubernur Yulius membawa hadirin bernostalgia pada peristiwa delapan dekade silam di Tangsi Militer Teling. Ia secara khusus menyebutkan nama-nama pahlawan seperti Letkol Charles Choesj Taulu, Sersan Servius Dumais Wuisan, Kopral Mambi Runtukahu, dan Bernard Wilhelm Lapian.

​"Mereka menjawab provokasi NICA dengan tindakan nyata: menyerbu markas musuh, menurunkan bendera penjajah, merobek warna birunya, dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih," ujar Gubernur dengan penuh semangat. Ia menyebut aksi heroik tersebut sebagai "proklamasi kedua" bagi masyarakat Sulawesi Utara.

Tiga Instruksi Strategis Gubernur
​Menghadapi tantangan dunia modern, Gubernur Yulius mengeluarkan tiga instruksi penting bagi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara:
​Perkuat Literasi Sejarah: Agar bangsa tetap memiliki akar yang kuat dan tidak mudah tumbang oleh arus global.
​Perkokoh Sinergi: Menghapus ego sektoral antara Pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat demi memajukan daerah.

Transformasi Semangat Juang: Gubernur menekankan bahwa "musuh" masa kini adalah kemiskinan dan perpecahan yang harus diperangi bersama.

Perayaan yang Berbeda
​Peringatan tahun 2026 ini tampil lebih variatif dengan berbagai rangkaian kegiatan. Selain upacara formal, digelar pula Merah Putih Panahan Sulut Open sebagai simbol presisi membidik masa depan, serta Drama Kolosal yang merekonstruksi perjuangan para pahlawan. Ada juga aksi simpatik berupa pembagian bunga dan cokelat sebagai pesan cinta tanah air kepada sesama.

Hadir dalam upacara tersebut unsur Forkopimda Sulut, para Mantan Gubernur dan keluarga pejuang, pejabat TNI/Polri, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa yang disebut Gubernur sebagai bukti bahwa darah patriotisme masih mengalir kental di nadi generasi muda Sulawesi Utara.

​"Jangan biarkan api patriotisme ini redup! Bhakti kami demi pertiwi, dari Sulut untuk Nusantara!" tutup Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dalam pekikan merdeka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tria Anggreina Kawulusan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X