Manado, sulutzone.com - Ratusan siswa SMA Negeri 9 Manado terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) tahun 2025. Pasalnya, pihak sekolah diduga lalai dalam meregistrasikan siswa yang memenuhi syarat, sehingga mereka tidak dapat mendaftar SNBP.
Sebanyak 314 siswa berprestasi yang memenuhi syarat untuk mengikuti SNBP harus menelan kekecewaan. Mereka tidak dapat mendaftar karena data mereka tidak terdaftar di sistem SNBP. Hal ini membuat para orang tua siswa marah dan kecewa.
Orang tua siswa yang diwakili oleh Ibu Iske Luntungan mendatangi pihak sekolah untuk menyampaikan keresahan mereka. Mereka mempertanyakan mengapa pihak sekolah tidak melakukan registrasi terhadap siswa yang memenuhi syarat, tepat waktu.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Dimulai 10 Februari: Program Pemerintah Jangkau 280 Juta Warga Indonesia
Namun, Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Manado, Hendra Massie, sedang tidak berada di tempat. Menurut informasi, kepala sekolah sedang berada di Jakarta untuk memperjuangkan nasib siswa ke kementerian terkait.
Sebelumnya, para orang tua memang telah berencana untuk mendatangi pihak sekolah. Namun, karena kepala sekolah sedang berada di Jakarta, hanya perwakilan orang tua yang datang untuk bertanya dan menyampaikan kekecewaan.
Perwakilan orang tua tersebut menyayangkan tidak adanya komunikasi antara pihak sekolah dengan murid dan orang tua terkait masalah ini. Mereka baru mengetahui kegagalan registrasi ini setelah pendaftaran SNBP ditutup.
Baca Juga: Ekonomi Sulawesi Utara Tumbuh Positif 5,39% di 2024, Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Nasional
Ibu Iske, menyampaikan pernyataan yang penuh kekecewaan dan harapan. Mereka menuntut tanggung jawab dari pihak sekolah atas kegagalan registrasi siswa SNBP.
"Kami ingin menempuh jalur yang benar. Kami datang ke sini sebagai bentuk rasa sayang kepada anak-anak yang sepertinya haknya terlepas. Kami tidak tahu di mana letak kesalahannya. Jadi, kami tidak boleh hanya tinggal diam begini. Kami datang ke sekolah karena sekolah yang urus ini," ujar Ibu Iske Luntungan dengan nada tegas, saat diwawancarai sulutzone.com.
Lanjutnya, jika dari awal pengurusan ini dilakukan mandiri oleh anak-anak sendiri, tidak mungkin para orang uta akan kecewa seperti ini. Ini karena kolektif sekolah yang urus.
Baca Juga: Jasa Sewa Mobil Premium di Jakarta: Solusi Transportasi Eksklusif untuk Kebutuhan Anda
"Beberapa hari ini kami sudah mendengar berita 314 anak-anak di SMA Negeri 9 Manado tidak terinput masuk dan dinyatakan gagal tidak bisa mendapat undangan dari perguruan tinggi," lanjutnya.