Sulutzonecom -- Sulawesi Utara (Sulut) mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif pada tahun 2024, mencapai angka 5,39%. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,03% pada tahun yang sama. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp 187,37 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 107,58 triliun.
Menurut Kepala BPS Provinsi Sulut, Aidil Adha, meskipun angka pertumbuhan ekonomi 2024 sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2023 (yang tercatat 5,48%), perekonomian Sulut tetap menunjukkan tren positif. Jika dilihat dari perspektif year-on-year (y-on-y), ekonomi Sulut terus berkembang dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Bahkan, secara quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi Sulut di triwulan IV-2024 tumbuh pesat sebesar 6,45%.
Aidil menjelaskan bahwa pertumbuhan ini bertepatan dengan pola musiman, di mana triwulan IV biasanya mencatatkan angka pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan triwulan III. Di samping itu, sektor-sektor penting seperti perkebunan—terutama cengkeh, kelapa, kakao, dan nilam—telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Sulut.
Peningkatan konsumsi listrik sepanjang tahun juga menjadi faktor penting yang mendorong perekonomian, dengan penjualan listrik yang tumbuh 3,28%, terutama didorong oleh segmen bisnis dan industri yang masing-masing tercatat tumbuh 6,12% dan 2,93%.
Kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi turut memberikan dampak positif, yang tercermin dari peningkatan daya beli masyarakat. Penjualan barang ritel di Sulut tercatat tumbuh 4,35%, sementara realisasi kredit konsumsi meningkat 7,96% di tahun 2024. Di samping itu, penyelenggaraan Pilkada serentak pada Triwulan IV turut berkontribusi dalam penggerakan ekonomi lokal, seiring dengan aktivitas kampanye, pembuatan atribut, dan berbagai kegiatan terkait.
Secara keseluruhan, meskipun ada penurunan tipis dalam angka pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya, perekonomian Sulut tetap menunjukkan angka yang solid, berkat keberhasilan sektor-sektor unggulan dan kebijakan yang mendukung daya beli masyarakat.
Artikel Terkait
Produksi Padi Turun, Ekonomi Sulut Melambat
Prabowo Resmikan Flyover Madukoro: Infrastruktur Penting untuk Konektivitas dan Ekonomi
Dilema PPN 12 Persen: Sri Mulyani Yakinkan Pemerintah Bersikap Adil hingga Anggota DPR yang Sebut Warga Ekonomi Menengah Bisa Merana
Prabowo Perintahkan Bahan Baku Makan Bergizi Gratis Bersumber dari Desa untuk Gerakkan Ekonomi
KEK Indonesia Jadi Rebutan: Malaysia-Singapura Ikut Jejak, Persaingan Ekonomi Makin Sengit!
Melisa Gerungan: Perempuan Tangguh di Pentas Politik dan Ekonomi Sulawesi Utara
70 Persen Warga Indonesia Tak Punya Tabungan, Tantangan Ekonomi Keluarga Semakin Berat
Gencatan Senjata Israel-Hamas: Beban Ekonomi dan Harapan Pemulihan
Pertumbuhan Ekonomi China Melebihi Ekspektasi, IMF Terkesan
Pemkab Minahasa Gelar Lomba Videografi Potensi Ekonomi Kreatif Danau Tondano
Perang Dagang AS-China Jilid Kedua: Dampaknya Terhadap Ekonomi Indonesia dan Peluang yang Bisa Dimanfaatkan